TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerataan akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sepanjang 2026. Melalui Dinas Pangan, program Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak hanya digelar di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau kecamatan-kecamatan hingga wilayah perkampungan yang jauh dari pusat kota.
Hingga Agustus 2026, Dinas Pangan Berau telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 17 kali di seluruh kecamatan di Bumi Batiwakkal.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang sesuai ketentuan.
Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita, mengatakan pelaksanaan GPM sengaja dilakukan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkonsentrasi di ibu kota kabupaten.
Menurutnya, kehadiran pasar pangan murah merupakan bentuk nyata pemerintah dalam mendekatkan kebutuhan pokok kepada warga, terutama di tengah fluktuasi harga sembako yang terjadi di pasaran.
“Tujuannya mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap pelaksanaan GPM selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah komoditas utama seperti beras, telur ayam, gula pasir, minyak goreng hingga daging sapi menjadi produk yang paling banyak diminati warga.
Antusiasme tersebut terlihat dari ramainya masyarakat yang mendatangi stan-stan penjualan sejak program dibuka. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan terhadap bahan pangan dengan harga stabil masih cukup tinggi di berbagai wilayah Berau.
Dewi menambahkan, salah satu kekuatan program GPM adalah keberpihakan terhadap masyarakat di wilayah terpencil. Dinas Pangan Berau terus melakukan jemput bola dengan membawa pasar murah langsung ke kecamatan-kecamatan yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat pemerintahan.
“Karena kami ingin keadilan pangan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Berau, tanpa terkecuali,” jelasnya.
Selain memperluas jangkauan pelayanan, GPM juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Produk yang dijual tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga masyarakat memperoleh pilihan belanja dengan harga yang lebih terkendali.
Ke depan, Pemkab Berau memastikan program Gerakan Pangan Murah tetap menjadi salah satu agenda pelayanan kepada masyarakat. Namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta prioritas kebutuhan pangan di masing-masing wilayah.
Melalui keberlanjutan program tersebut, pemerintah berharap manfaat GPM dapat semakin dirasakan masyarakat dan membantu menjaga daya beli warga di seluruh penjuru Kabupaten Berau. (ADV)
Editor: Dedy Warseto





