TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Aktivitas investasi di Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester pertama 2026. Hingga akhir Triwulan II, nilai investasi yang masuk telah mencapai lebih dari Rp3 triliun.
Berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, akumulasi realisasi investasi pada Triwulan I dan II 2026 mencapai Rp3.006.624.652.115.
Angka tersebut setara sekitar 65 persen dari target investasi Berau tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp4,635 triliun. Dengan demikian, masih terdapat peluang untuk mengejar sisa target pada semester kedua tahun ini.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengatakan capaian pada Triwulan II saja memberikan kontribusi cukup besar terhadap total investasi semester pertama.
“Pada Triwulan II, nilai investasi yang berhasil direalisasikan mencapai sekitar Rp1,49 triliun. Capaian ini berasal dari investasi dalam negeri maupun investasi asing,” kata Nanang.
Secara rinci, realisasi investasi pada periode April-Juni 2026 mencapai Rp1.494.681.774.909. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp999.806.567.024, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp494.875.207.885.
Dominasi PMDN terlihat dari sejumlah sektor yang menjadi penyumbang terbesar. Sektor pertambangan menjadi kontributor utama dengan nilai investasi mencapai Rp589.754.735.326.
Selain itu, sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan turut mencatatkan realisasi sebesar Rp260.003.411.218. Sementara sektor perdagangan dan reparasi menyumbang Rp54.076.294.875.
Untuk investasi asing, sektor industri kertas dan percetakan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp378.307.468.687. Berikutnya terdapat sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp44.626.257.459 serta pertambangan Rp31.586.128.106.
Nanang menilai capaian investasi tersebut tidak hanya memberikan gambaran mengenai nilai modal yang masuk ke daerah. Dampak lainnya juga terlihat dari terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Yang juga penting dari realisasi investasi ini adalah dampaknya terhadap tenaga kerja. Pada Triwulan II, tercatat ada 1.655 tenaga kerja yang terserap,” jelasnya.
Dari total tersebut, 1.654 orang merupakan tenaga kerja Indonesia, sementara satu orang tercatat sebagai tenaga kerja asing.
Dengan capaian investasi yang sudah mencapai sekitar dua pertiga target tahunan, DPMPTSP Berau masih memiliki waktu hingga akhir 2026 untuk mendorong realisasi investasi berikutnya.
“Kami harapkan iklim investasi ini dapat terus terjaga sekaligus memastikan masuknya modal memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian dan masyarakat Berau, terutama melalui penciptaan lapangan kerja,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim





