• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
17AguGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Bukan Hanya Padi, Kemarau Turunkan Produksi Jagung dan Cabai di Berau

admin by admin
24 Agustus 2026
in Berau
0
Bukan Hanya Padi, Kemarau Turunkan Produksi Jagung dan Cabai di Berau

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Musim kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Berau memberikan tekanan terhadap sektor pertanian. Keterbatasan pasokan air membuat sebagian lahan tanaman pangan tidak mampu berproduksi optimal, bahkan mengalami gagal panen.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada tanaman padi. Komoditas jagung, cabai hingga sejumlah tanaman hortikultura turut terdampak akibat minimnya ketersediaan air serta meningkatnya risiko serangan hama dan penyakit.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengungkapkan beberapa kawasan pengembangan pertanian mengalami penurunan hasil selama musim tanam 2026.

Menurutnya, lahan yang paling rentan mengalami puso umumnya berada jauh dari sumber air. Kondisi tersebut semakin berat ketika kekeringan disertai serangan organisme pengganggu tanaman.

“Musim kemarau kali ini cukup berdampak terhadap tanaman pangan. Di beberapa sentra padi, ada lahan yang akhirnya tidak dapat dipanen karena kekurangan air, ditambah gangguan hama dan penyakit,” ujarnya.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Buyung-Buyung, Semurut, Merancang Hulu, Merancang Ilir, Melati Jaya dan Labanan Jaya.

Khusus di Labanan Jaya, dari sekitar 118 hektare lahan yang ditanami pada musim gadu, hanya sekitar 75 hektare yang berhasil dipanen. Sementara 11,8 hektare lainnya mengalami puso akibat tidak mendapatkan pasokan air yang memadai.

“Yang mengalami puso terutama lahan yang lokasinya jauh dari sumber air. Untuk di Labanan Jaya, sekitar 11,8 hektare tidak bisa dipanen karena kekeringan,” jelasnya.

Selain kehilangan hasil secara total, sebagian petani masih dapat memanen tetapi dengan produktivitas yang jauh lebih rendah. Dalam kondisi normal, hasil panen bisa mencapai sekitar tiga ton per hektare. Namun, musim kemarau tahun ini produksinya hanya sekitar satu ton per hektare.

“Kalau biasanya petani bisa mendapatkan sekitar tiga ton dalam satu hektare, tahun ini ada yang hasilnya hanya sekitar satu ton,” katanya.

Tekanan serupa juga dirasakan petani jagung dan cabai. Dari target produksi yang telah ditetapkan, capaian panen kedua komoditas tersebut baru berada di kisaran 40 persen.

Meski demikian, Lita menegaskan tidak semua lahan pertanian mengalami kegagalan. Petani yang memiliki akses terhadap sumber air relatif mampu mempertahankan tanaman hingga masa panen.

“Tidak semua lahan mengalami gagal panen. Yang masih memiliki sumber air tentu masih bisa mempertahankan tanamannya,” ungkapnya.

Menurut Lita, persoalan ketersediaan air menjadi salah satu pekerjaan penting yang perlu dibenahi untuk menghadapi kondisi serupa ke depan. Sistem irigasi, saluran pembawa air dan jaringan pengairan harus dipastikan mampu menjangkau seluruh area persawahan.

Penggunaan pompa masih memungkinkan apabila saluran atau parit memiliki debit air. Namun, ketika sumber air ikut mengering, upaya tersebut tidak lagi efektif.

“Pompa masih bisa dimanfaatkan kalau di parit atau saluran masih tersedia air. Tetapi kalau salurannya sudah kering, tentu pompa juga tidak bisa bekerja,” jelasnya.

Karena itu, perbaikan saluran menjadi salah satu solusi yang dinilai penting. Kebocoran pada jaringan pengairan dapat mengurangi debit air sebelum mencapai lahan yang berada di bagian paling jauh.

“Saluran yang mengalami kebocoran perlu diperbaiki agar air bisa mengalir lebih maksimal dan menjangkau petak sawah yang letaknya paling jauh,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah akibat efisiensi, dukungan terhadap kelompok tani tetap diupayakan. Lita memastikan petani yang tergabung dalam kelompok dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan serta program yang tersedia.

“Selama petani membentuk kelompok dan bantuan tersebut memang dibutuhkan, pemerintah akan tetap berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan program,” kuncinya. (*/)

Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim

Previous Post

Tekan Karhutla, BNPB Kerahkan Pesawat OMC ke Berau untuk Picu Hujan

Next Post

Kasus ISPA Melonjak di Tengah Kepungan Asap Karhutla Berau

admin

admin

Next Post
Kasus ISPA Melonjak di Tengah Kepungan Asap Karhutla Berau

Kasus ISPA Melonjak di Tengah Kepungan Asap Karhutla Berau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kasus ISPA Melonjak di Tengah Kepungan Asap Karhutla Berau

Kasus ISPA Melonjak di Tengah Kepungan Asap Karhutla Berau

by admin
24 Agustus 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau mulai terasa pada sektor kesehatan. Paparan kabut...

Bukan Hanya Padi, Kemarau Turunkan Produksi Jagung dan Cabai di Berau

Bukan Hanya Padi, Kemarau Turunkan Produksi Jagung dan Cabai di Berau

by admin
24 Agustus 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Musim kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Berau memberikan tekanan terhadap sektor pertanian. Keterbatasan pasokan...

Tekan Karhutla, BNPB Kerahkan Pesawat OMC ke Berau untuk Picu Hujan

Tekan Karhutla, BNPB Kerahkan Pesawat OMC ke Berau untuk Picu Hujan

by admin
24 Agustus 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah pusat memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau dengan mengerahkan pesawat...

Dermaga Teluk Sulaiman Siap Jadi Gerbang Wisata Bahari di Pesisir Selatan Berau

Dermaga Teluk Sulaiman Siap Jadi Gerbang Wisata Bahari di Pesisir Selatan Berau

by admin
24 Agustus 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai menyiapkan langkah pengoperasian Dermaga Teluk Sulaiman di Kecamatan Biduk-Biduk setelah seluruh...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In