TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus menunjukkan progres positif. Saat ini, pembangunan rumah layak huni oleh para penerima bantuan tengah berlangsung, seiring seluruh material bangunan yang telah didistribusikan ke lokasi masing-masing.
Kepala Disperkim Berau, Mulyadi, mengatakan seluruh proses pembangunan kini dikerjakan langsung oleh masyarakat penerima bantuan. Pemerintah memastikan distribusi bahan bangunan dari toko penyedia telah dimobilisasi sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.
“Saat ini rumah-rumah tersebut sedang dikerjakan oleh para penerima bantuan. Distribusi bahan dari penyedia juga sudah dilakukan dan dimobilisasi sepenuhnya, sehingga masyarakat sudah bisa mulai membangun rumahnya,” ujar.
Ia menjelaskan, program BSRS mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Banyak warga merasa terbantu karena bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka menjadi lebih layak dan aman untuk dihuni.
“Respon masyarakat sangat bersyukur dengan adanya bantuan stimulan rumah swadaya ini. Mereka merasa terbantu karena bisa memperbaiki rumah yang sebelumnya belum layak huni,” katanya.
Dirinya menerangkan, penetapan penerima bantuan dilakukan melalui mekanisme yang cukup ketat. Usulan penerima diawali dari pemerintah kampung, kemudian Disperkim melakukan pendataan dan survei lapangan untuk memastikan calon penerima memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
“Setelah diusulkan oleh kampung, kami melakukan pengumpulan data dan survei. Jika memenuhi kriteria, mereka akan ditetapkan melalui surat keputusan sebagai penerima bantuan,” jelasnya.
Selanjutnya, para penerima membentuk kelompok dan menunjuk seorang ketua kelompok yang bertugas menentukan toko penyedia bahan bangunan. Toko tersebut terlebih dahulu disurvei oleh Disperkim sebelum ditetapkan sebagai penyedia material.
Dalam program tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan senilai sekitar Rp32 juta dalam bentuk material bangunan yang disalurkan melalui toko penyedia pilihan kelompok. Sementara itu, biaya jasa tukang sebesar Rp4 juta akan dibayarkan setelah pekerjaan pembangunan dinyatakan selesai.
Pihaknya berharap program Rumah Layak Huni dapat terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan sehingga dukungan pemerintah tetap dibutuhkan untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Berau.
“Harapan kami program Rumah Layak Huni ini tetap ada, bahkan kalau bisa terus ditambah. Masih banyak masyarakat yang mengusulkan bantuan, sehingga kami berharap program ini dapat terus membantu meminimalisir rumah-rumah yang belum layak huni di Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





