SAMBALIUNG, PORTALBERAU – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-258 Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan kemeriahan Festival Neppa Pade sebagai ruang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menandai capaian penting di bidang kesehatan lingkungan melalui deklarasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Berau. Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah, menyampaikan bahwa keberhasilan Kampung Inaran menjadi kampung pertama di Kabupaten Berau yang berhasil memenuhi seluruh indikator STBM lima pilar merupakan prestasi yang patut dibanggakan.
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan adanya komitmen kuat antara pemerintah, masyarakat, serta para pihak yang selama ini mendukung program peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Ini merupakan capaian luar biasa. Dari 110 kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau, Kampung Inaran menjadi yang pertama berhasil mendeklarasikan STBM lima pilar. Tentu ini menjadi inspirasi bagi kampung lainnya,” ungkap Maulidiyah, Selasa (21/7/26).
Ia juga menilai Festival Neppa Pade memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjaga warisan budaya masyarakat, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Festival seperti ini bukan hanya tentang budaya, tetapi bagaimana masyarakat terus menjaga kebersamaan dan membangun kampungnya,” katanya.
Keberhasilan Kampung Inaran mencapai STBM lima pilar tidak terlepas dari proses panjang pendampingan berbagai pihak, salah satunya melalui dukungan PT Berau Coal bersama pemerintah dan masyarakat.
Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman, mengatakan pendampingan terhadap Kampung Inaran telah dilakukan sejak 2015 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan masyarakat.
“Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat. Prosesnya dilakukan secara bertahap bersama pemerintah dan masyarakat hingga akhirnya Kampung Inaran mampu mendeklarasikan lima pilar STBM,” jelasnya.
Dalam proses pendampingan tersebut, PT Berau Coal turut mendukung penyediaan berbagai fasilitas sanitasi, di antaranya sekitar 80 unit jamban sehat, 60 unit tong sampah, pembangunan Water Treatment Plant (WTP) beserta sarana pendukungnya, serta 26 unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) rumah tangga.
Selain dukungan infrastruktur, program pendampingan juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Adapun lima pilar STBM yang berhasil diterapkan Kampung Inaran meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, serta Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Kepala Kampung Inaran, Amirullah, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat dengan dukungan pemerintah dan mitra pembangunan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Berau, PT Berau Coal yang memulai pendampingan dari tahun 2015, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama mendukung hingga Kampung Inaran mampu mencapai deklarasi lima pilar STBM,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi kampung lain di Kabupaten Berau.
“Ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus menjaga pola hidup bersih dan sehat di Kampung Inaran,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, menegaskan keberhasilan Kampung Inaran menjadi pionir STBM lima pilar harus menjadi pemicu bagi kampung dan kelurahan lain untuk melakukan hal serupa.
Menurutnya, deklarasi STBM bukan sekadar seremoni, melainkan harus diwujudkan dalam kebiasaan masyarakat sehari-hari.
“Kami berharap keberhasilan ini terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat terus dijalankan masyarakat,” tuturnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Neppa Pade tahun ini juga mendapat dukungan PT Berau Coal sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan Kampung Inaran. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian 10 unit tenda UMKM untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Perpaduan antara pelestarian budaya dan keberhasilan pembangunan kesehatan menjadikan HUT ke-258 Kampung Inaran sebagai momentum penting dalam perjalanan kampung, sekaligus bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu melahirkan perubahan positif bagi masyarakat. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





