TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau mengimbau para orang tua untuk lebih aktif terlibat dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak-anak. Imbauan ini menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuat anak-anak semakin mudah mengakses internet dan media sosial sejak usia dini.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan bahwa saat ini penggunaan gawai di kalangan anak di bawah umur semakin sulit dihindari. Bahkan, tidak sedikit anak yang telah difasilitasi perangkat pribadi oleh lingkungan terdekatnya, baik untuk kebutuhan belajar maupun aktivitas lainnya.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam melindungi anak dari berbagai risiko di dunia digital, mulai dari paparan konten negatif, kecanduan smartpone, hingga penggunaan media sosial yang tidak sesuai dengan batas usia.
“Peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak. Kontrol terhadap durasi penggunaan serta jenis konten yang diakses harus benar-benar diperhatikan,” ujar Didi kepada awak media kemarin.
Menurut Didi, upaya pembatasan penggunaan smartpone pada anak di bawah umur selama ini masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah anak-anak yang mengakses media sosial menggunakan akun milik orang tua, sehingga pengawasan menjadi lebih sulit dilakukan.
Ia menjelaskan bahwa secara kewenangan, Diskominfo tidak memiliki regulasi khusus untuk membatasi atau memutus akses penggunaan smartpone oleh anak-anak. Karena itu, benteng perlindungan utama tetap berada di lingkungan keluarga melalui kesadaran dan keterlibatan aktif orang tua.
“Tentu kita berharap orang tuanya yang melaporkan langsung ke platform digital masing-masing, seperti TikTok, YouTube, atau Instagram, apabila ditemukan akun yang digunakan anak-anak yang belum memenuhi batas usia. Harapannya, akun tersebut dapat ditinjau kembali oleh penyedia layanan,” katanya.
Meski demikian, Didi mengakui bahwa pemerintah daerah tidak memiliki intervensi langsung terhadap kebijakan internal platform digital terkait penurunan akun atau konten. Oleh sebab itu, langkah pelaporan mandiri oleh orang tua dinilai menjadi solusi yang dapat dilakukan saat ini.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Didi menilai penggunaan media sosial secara aktif saat ini masih lebih banyak didominasi oleh kelompok usia remaja, khususnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sementara itu, penggunaan gawai pada anak usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) umumnya masih berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran dan berada dalam pengawasan orang tua.
“Kalau untuk anak SD dan SMP, kami berharap penggunaannya masih dalam pengawasan orang tua dan lebih banyak dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Didi menegaskan bahwa kampanye pembatasan penggunaan gawai sesuai usia perlu terus disuarakan demi melindungi generasi muda dari dampak buruk paparan digital yang terlalu dini, termasuk derasnya arus informasi yang belum tentu sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Menurutnya, masa pertumbuhan anak merupakan periode penting dalam membangun kemampuan belajar, bersosialisasi, serta mengembangkan berbagai potensi diri. Karena itu, gangguan digital yang berpotensi mengurangi fokus dan konsentrasi belajar perlu diminimalkan.
“Program pembatasan penggunaan gawai sesuai usia ini pada dasarnya bertujuan melindungi anak-anak kita agar mereka bisa lebih berkonsentrasi dalam belajar dan fokus menjalani aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka,” jelasnya.
Didi berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, dapat bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman bagi anak-anak. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang positif tanpa mengorbankan tumbuh kembang generasi muda.
“Yang terpenting adalah keseimbangan. Teknologi memang tidak bisa dihindari, tetapi penggunaannya harus disertai pengawasan dan pendampingan yang baik agar anak-anak dapat tumbuh secara optimal, baik secara akademik maupun sosial,” pungkasnya. (ADV)
Editor: Dedy Warseto




