TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau.
Melalui bimbingan teknis (bimtek) yang digelar pada 13-14 Juni 2026 di Rantau Panjang, Disdukcapil memperkuat kapasitas aparatur sekaligus mendorong transformasi pelayanan adminduk hingga ke tingkat kampung.
Kegiatan yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Berau itu diikuti petugas layanan administrasi kependudukan, operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Disdukcapil Berau, petugas kecamatan, kelurahan, serta petugas register online kampung dari Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Berau, Sigit Dwi Prakoso, mengatakan bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menurutnya, khusus bagi petugas layanan Disdukcapil, materi bimtek difokuskan pada penguatan budaya kerja aparatur dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat komitmen seluruh aparatur Disdukcapil Berau agar mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas, berintegritas, serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat mengurus dokumen kependudukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu poin penting yang ditekankan dalam bimtek adalah penerapan budaya pelayanan 3S, yakni Senyum, Salam, dan Sapa. Menurutnya, budaya kerja tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan yang humanis dan membahagiakan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat yang datang mengurus dokumen kependudukan merasa dihargai dan dilayani dengan baik. Karena itu, budaya Senyum, Salam, dan Sapa harus menjadi karakter seluruh petugas pelayanan,” katanya.
Lanjutnya, selain penguatan aparatur internal, Disdukcapil juga memberikan pembekalan kepada petugas kecamatan, kelurahan, dan kampung sebagai garda terdepan pelayanan adminduk di wilayah masing-masing.
Sigit menjelaskan, bimtek tersebut mengusung tema transformasi pelayanan administrasi kependudukan melalui kolaborasi lintas tingkat pemerintahan di Kabupaten Berau. Melalui kolaborasi tersebut, pelayanan diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Salah satu fokus pembahasan adalah kebijakan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang berada di kawasan perusahaan perkebunan kelapa sawit, khususnya di Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah.
Menurutnya, keberadaan pekerja dan keluarga di kawasan perusahaan membutuhkan perhatian khusus agar seluruh warga tetap memiliki akses terhadap dokumen kependudukan yang sah dan valid.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendalaman penggunaan aplikasi pelayanan online Disdukcapil Berau, yakni “Si Penyu Beramal”. Aplikasi tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat dan mempermudah pelayanan administrasi kependudukan secara digital.
“Kami ingin seluruh petugas register kampung memahami penggunaan aplikasi Si Penyu Beramal secara optimal. Dengan begitu pelayanan adminduk di tingkat kampung dapat berjalan lebih maksimal, cepat, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui penguatan kapasitas aparatur dan pemanfaatan teknologi digital, Disdukcapil Berau berharap pelayanan administrasi kependudukan dapat semakin dekat dengan masyarakat.
Ia menambahkan, target akhirnya adalah memastikan seluruh warga Kabupaten Berau memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, sah, dan valid sebagai dasar memperoleh berbagai layanan publik.
“Kami ingin tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan adminduk. Baik yang berada di pusat kota maupun di kampung-kampung terpencil, semuanya harus mendapatkan pelayanan yang sama dan berkualitas,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





