TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Di tengah tantangan fiskal yang semakin besar akibat penyesuaian transfer keuangan dari pemerintah pusat, Pemkab Berau terus memperkuat strategi peningkatan pendapatan daerah.
Salah satunya melalui optimalisasi penerimaan pajak dan percepatan digitalisasi transaksi keuangan hingga menjangkau tingkat kampung.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam kegiatan Penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 yang dirangkai dengan Launching Agen Bankaltimtara (Laku Pandai) dan Agen SIPANDU di Ballroom Hotel SM Tower, Senin (15/6/26).
Menurut Sri, pajak daerah merupakan salah satu tulang punggung pembiayaan pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak perlu terus ditingkatkan guna menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Pajak daerah merupakan sumber pendapatan yang sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui penerimaan pajak, khususnya PBB-P2, pemerintah daerah dapat membiayai berbagai program pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia mengakui, saat ini pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Di satu sisi kebutuhan pembangunan terus meningkat, sementara di sisi lain daerah dituntut lebih mandiri dalam mengelola sumber pendapatan.
Karena itu, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak daerah, menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat.
“Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat melalui pajak akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, sarana umum, dan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau,” tegasnya.
Lanjutnya, tak hanya fokus pada peningkatan penerimaan pajak, Pemkab Berau juga memperluas akses layanan keuangan melalui peluncuran Agen Laku Pandai dan SIPANDU. Kehadiran agen tersebut diharapkan mampu mendekatkan layanan perbankan dan transaksi digital kepada masyarakat hingga ke wilayah kampung.
Sri mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah, cepat, dan efisien, termasuk dalam pembayaran pajak daerah secara non-tunai.
“Saya berharap program ini dapat memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat hingga ke tingkat kampung dan wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan,” katanya.
Menurutnya, peluncuran Agen Laku Pandai dan SIPANDU merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendukung program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
“Digitalisasi menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel,” ucapnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Agus Taufik, mengungkapkan bahwa tren transaksi digital di Berau menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
Pada April 2026, transaksi menggunakan QRIS di Kabupaten Berau tercatat mencapai 686 ribu transaksi atau meningkat 96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, Berau juga berhasil mempertahankan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) pada kategori digital dengan nilai 94,8 persen pada Semester II Tahun 2025.
“Ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital,” ujarnya.
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Romy Wijayanto, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, dan Bankaltimtara terus diperkuat untuk memperluas inklusi keuangan serta digitalisasi transaksi daerah.
Menurutnya, penerimaan pajak melalui kanal pembayaran Bankaltimtara juga menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, menandakan semakin tingginya pemanfaatan layanan keuangan digital oleh masyarakat. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





