TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) terus mendorong pembangunan kampung berbasis keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengarahkan seluruh kampung menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) dengan pendekatan hijau atau green development.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi masyarakat dan pelestarian sumber daya alam di wilayah kampung.
Menurutnya, arah pembangunan kampung saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan yang berkelanjutan.
“Kehutanan itu kan berbicara tentang keberlanjutan dan sangat berkaitan dengan lingkungan. Karena itu, kami sudah mengarahkan kampung-kampung untuk menyusun RPJMK Hijau sebagai dasar pembangunan yang tetap menjaga kelestarian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap kampung-kampung yang telah menerima manfaat dari program dana karbon. Di Kabupaten Berau sendiri, terdapat 77 kampung yang memperoleh dukungan tersebut sehingga diharapkan seluruh aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap memperhatikan aspek konservasi.
“Terutama untuk mendukung kelestarian di 77 kampung yang memperoleh dana karbon. Semua kegiatan masyarakat di perkampungan harus mengarah pada upaya menjaga lingkungan,” katanya.
Tenteram menambahkan, arah pembangunan ekonomi kampung juga didorong agar berbasis usaha yang ramah lingkungan dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Salah satu contoh yang mulai berkembang di sejumlah wilayah adalah pengelolaan produk berbasis alam tanpa merusak ekosistem.
“Usaha-usaha kampung juga diarahkan ke sektor yang dekat dengan lingkungan. Contohnya sekarang banyak kelompok ibu-ibu yang mengelola madu kelulut dan itu menjadi aktivitas ekonomi yang tetap menjaga alam,” jelasnya.
Selain itu, DPMK Berau juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi nonpemerintah atau NGO yang bergerak di bidang lingkungan.
“Kami juga bekerja sama dengan beberapa NGO lingkungan untuk menjaga kelestarian hutan, mangrove, laut, dan ekosistem lainnya. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan potensi pariwisata, terutama yang berbasis alam,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





