TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau telah merampungkan proses pengalihan aset dan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat). Penyelesaian proses ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian pengelolaan armada pemadam kebakaran, termasuk dalam aspek perawatan dan operasional.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menjelaskan bahwa serah terima aset telah tuntas dilakukan pada pekan lalu. Sebanyak 51 kendaraan operasional yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan BPBD kini resmi menjadi tanggung jawab Disdamkarmat.
“Minggu lalu kita sudah serah terimakan. Jadi, ada 51 unit kendaraan operasional sudah diserahkan dari BPBD ke Damkar,” ujarnya.
Selain pengalihan armada, penataan kelembagaan tersebut juga mencakup perpindahan sumber daya manusia. Sebanyak 62 pegawai yang sebelumnya bertugas di lingkungan BPBD kini telah resmi masuk dalam struktur Dinas Damkarmat. Seluruh proses administrasi kepegawaian disebut telah diselesaikan.
Menurutnya, pemindahan aset kendaraan memiliki arti strategis karena berkaitan langsung dengan legalitas penggunaan anggaran. Selama aset masih tercatat di BPBD, Disdamkarmat tidak dapat mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan maupun perbaikan kendaraan yang digunakan dalam pelayanan kebakaran.
“Kalau anggaran sudah di Damkar, terus barangnya masih di BPBD, memang belum bisa dilakukan perawatan itu. Dan ini (penyerahan) sudah dilakukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Disdamkarmat masih menghadapi keterbatasan sarana perkantoran. Saat ini instansi tersebut masih menempati gedung bersama yang juga digunakan oleh BPBD dan Sekretariat KPU Berau.
Meski demikian, Pemkab Berau memastikan pembenahan fasilitas pendukung akan menjadi agenda berikutnya setelah proses penataan aset dan personel selesai. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan sarana kerja dilakukan secara bertahap guna menunjang kinerja layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa membenahi. Makanya tahap awal kita coba selesaikan masalah asetnya, lalu kepegawaiannya clear dulu,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim





