TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau mendorong peningkatan standar keselamatan transportasi laut yang melayani rute Tanjung Redeb–Maratua. Salah satu perhatian utama adalah penggunaan armada dengan mesin ganda guna meminimalkan risiko gangguan saat berlayar di perairan laut lepas.
Dalam kesempatannya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 29 armada transportasi laut yang melayani mobilitas penumpang dan barang menuju wilayah kepulauan, khususnya Pulau Maratua.
Lanjutnya, dari jumlah tersebut, 10 armada telah menggunakan dua mesin, sedangkan 19 armada lainnya masih mengandalkan satu mesin dengan ukuran bodi kapal yang relatif sama.
Menurutnya, peningkatan jumlah armada bermesin ganda menjadi kebutuhan yang perlu dipertimbangkan para pelaku usaha transportasi laut, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata di kawasan pesisir dan kepulauan Berau.
“Ke depan kami berharap armada yang beroperasi tidak lagi menggunakan satu mesin saja. Kalau memungkinkan, sebaiknya menggunakan dua mesin. Ini penting untuk meningkatkan faktor keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Gamalis menjelaskan, rute menuju Maratua memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pelayaran di perairan pesisir. Jalur tersebut melintasi laut lepas yang memiliki tantangan tersendiri, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Karena itu, keberadaan mesin cadangan dinilai sangat penting. Jika salah satu mesin mengalami gangguan teknis di tengah perjalanan, kapal masih dapat melanjutkan pelayaran atau menuju lokasi aman dengan bantuan mesin lainnya.
“Perjalanan ke Maratua ini bukan melalui laut tepi, tetapi laut lepas. Kalau terjadi masalah pada mesin, setidaknya masih ada mesin yang satu lagi sebagai cadangan. Ini menyangkut keselamatan penumpang,” jelasnya.
Ia menyebut, selain faktor keselamatan, penggunaan mesin ganda juga diyakini mampu meningkatkan kecepatan dan efisiensi pelayanan transportasi laut.
Hal itu kata dia, dinilai sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata di Maratua yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Gamalis menuturkan, kebutuhan angkutan penumpang maupun logistik menuju Maratua diperkirakan akan terus meningkat. Kehadiran resort-resort baru dan bertambahnya jumlah wisatawan membuat mobilitas orang dan barang antara Tanjung Redeb dan Maratua semakin tinggi.
“Sekarang resort sudah semakin banyak, jumlah wisatawan juga terus bertambah. Otomatis kebutuhan transportasi untuk penumpang maupun distribusi barang juga meningkat. Karena itu armada harus terus berbenah, baik dari sisi kapasitas maupun keselamatannya,” katanya.
Ia berharap para pengusaha transportasi laut dapat melihat kebutuhan tersebut sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya mendukung perkembangan pariwisata, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan yang menggunakan jasa transportasi laut menuju destinasi unggulan Berau tersebut.
“Semakin berkembangnya Maratua sebagai salah satu magnet wisata Kalimantan Timur, peningkatan kualitas armada transportasi laut kita nilai menjadi faktor penting untuk menjaga konektivitas, keselamatan pelayaran, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





