TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Di tengah meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau, alokasi anggaran di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau menjadi sorotan publik.
Pasalnya, saat pemerintah daerah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, DPPKBP3A justru mengalokasikan anggaran cukup besar untuk belanja suvenir dan cendera mata.
Berdasarkan dokumen rencana pengadaan yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, DPPKBP3A Berau menganggarkan belanja alat dan bahan kegiatan kantor berupa suvenir/cendera mata sebesar Rp73,5 juta. Selain itu, terdapat pula anggaran sebesar Rp1,688 juta untuk pengadaan cendera mata kain batik.
Di sisi lain, dalam dokumen yang sama, anggaran untuk kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tercatat hanya sebesar Rp8 juta untuk satu kali kegiatan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat, terlebih dalam beberapa waktu terakhir kasus pelecehan seksual terhadap anak di Berau disebut mengalami peningkatan.
Plt Kepala DPPKBP3A Berau, Warji, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa peningkatan kasus pelecehan seksual terhadap anak, termasuk terhadap anak disabilitas, dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks.
“Untuk meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau, termasuk terhadap anak disabilitas, faktor penyebabnya cukup kompleks,” ujarnya.
Terkait anggaran pembinaan, sosialisasi, dan bimtek yang terlihat minim dalam dokumen SiRUP, ia menyebut pihaknya tetap aktif melaksanakan kegiatan di lapangan.
“Terhitung baru beberapa minggu kami bergabung di DPPKBP3A ini, dinas sudah melaksanakan beberapa kali kegiatan sosialisasi, pembinaan, dan advokasi, kurang lebih enam sampai tujuh kali, baik di Tanjung Redeb maupun kecamatan lain,” katanya.
Sementara itu, mengenai anggaran suvenir senilai Rp73,5 juta dan anggaran sebesar Rp1,688 juta untuk pengadaan cendera mata kain batik, pihaknya menegaskan dana tersebut bukan digunakan untuk cendera mata seremonial semata.
“Anggaran tersebut untuk belanja souvenir dengan isi paket sembako sebanyak 500 paket. Paket itu akan diberikan kepada para akseptor layanan KB sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mendukung program KB,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.
“Kabupaten Berau sendiri telah ditunjuk sebagai tuan rumah puncak peringatan Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




