TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemkab Berau terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah di tengah dinamika harga pangan yang masih fluktuatif.
Meski kondisi inflasi di Berau dinilai relatif stabil dibanding sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap lonjakan harga komoditas perikanan dan cabai.
Hal tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas usai mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026.
Sri mengatakan, berdasarkan paparan kementerian terkait, posisi inflasi Kabupaten Berau masih berada pada kategori aman dan cenderung stabil. Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin lengah menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah Kabupaten Berau tidak termasuk daerah dengan inflasi tinggi. Posisi kita masih berada di tengah-tengah. Tapi tetap harus waspada untuk mengurangi inflasi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Berau memastikan stok pangan strategis tetap tersedia. Saat ini, cadangan beras yang tersedia di Bulog mencapai sekitar 100 ton untuk kebutuhan tahun 2026.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan sektor pertanian melalui rencana tanam padi seluas sekitar 2.000 hektare pada Mei hingga Juli 2026.
Lanjutnya, tak hanya beras, komoditas jagung juga dipastikan dalam kondisi aman dengan ketersediaan sekitar 1.000 ton. Sementara untuk menekan potensi lonjakan harga cabai, Berau mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan pengembangan lahan cabai seluas 5 hektare yang direncanakan ditanam di Kecamatan Talisayan.
Menurut Sri, pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, pihaknya mendorong camat, kepala kampung, hingga organisasi perangkat daerah untuk menggerakkan penanaman cabai secara mandiri di lingkungan rumah tangga.
“Kami juga menyarankan untuk mandiri menanam cabai di rumah. Paling tidak bisa membantu kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis menilai kondisi inflasi di Kalimantan Timur secara umum masih cukup terkendali.
Ia menyebut hanya beberapa daerah yang mengalami lonjakan harga pada komoditas tertentu.
“Kalau Kalimantan Timur secara umum cukup stabil. Hanya Kutai Timur yang tadi terlihat ada sedikit lonjakan pada ikan dan cabai,” ungkapnya.
Khusus di Berau, Gamalis menyebut komoditas ikan layang masih menjadi penyumbang utama inflasi dari tahun ke tahun. Harga ikan tersebut dinilai kerap mengalami kenaikan signifikan dibanding komoditas lainnya.
“Kalau di Berau, yang masih agak tinggi itu ikan layang. Dari tahun ke tahun memang ikan layang yang menjadi penyebab inflasi,” ujarnya.
Ia pun meminta Dinas Perikanan untuk segera mengambil langkah konkret guna menjaga stabilitas harga ikan di pasaran.
Menurutnya juga, intervensi sektor perikanan menjadi penting mengingat tingginya konsumsi masyarakat terhadap komoditas tersebut.
“Kita berharap Dinas Perikanan bisa mencari solusi untuk menurunkan gejolak harga itu,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





