TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong rencana pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebagai solusi hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Upaya ini juga menjadi perhatian serius DPRD Berau yang menginginkan adanya fasilitas hunian vertikal guna menjawab kebutuhan tempat tinggal di kawasan perkotaan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau, Mulyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dahulu mengembangkan rusunawa.
“Ada beberapa daerah yang kita pelajari untuk keinginan DPRD Berau agar adanya rusunawa. Kota Surabaya dan Balikpapan kita kunjungi sebagai pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan perencanaan pembangunan berjalan matang, baik dari sisi teknis maupun pengelolaan di masa mendatang. Ia menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Kabupaten Berau untuk merealisasikan program tersebut.
“Menurut kami ini momen yang tepat untuk Kabupaten Berau terkait pembangunan rusunawa bagi masyarakat Kabupaten Berau yang berpenghasilan rendah,” jelasnya.
Mulyadi menambahkan, rusunawa nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat umum, tetapi juga dapat difokuskan untuk kelompok tertentu yang membutuhkan hunian terjangkau.
“Atau bisa difokuskan kepada para pekerja-pekerja seperti nakes dan para anak-anak kita dari kampung yang tengah melanjutkan perkuliahan di perkotaan,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya rusunawa bersubsidi pemerintah, masyarakat dapat menikmati tempat tinggal yang layak dengan biaya terjangkau.
“Semoga rencana rusunawa yang disubsidi pemerintah ini mereka bisa tinggal di tempat yang layak dengan harga yang murah,” tuturnya.
Dalam pengelolaannya, Pemkab Berau juga telah menyiapkan skema pembentukan unit pelaksana teknis (UPT). UPT ini nantinya akan mengatur berbagai aspek, mulai dari persyaratan penghuni hingga sistem pembayaran.
“Kalau itu sudah dibangun nanti akan ada UPT untuk yang mengelola baik dari syaratnya dan metode hingga besaran bayarannya,” terangnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang, terutama terkait pemanfaatan lahan daerah.
“Hal ini dikarenakan kita nantinya berbicara terkait 20 hingga 30 tahun ke depan. Apalagi diketahui memang lahan Pemkab Berau masih banyak, tapi kita tidak melakukan hal-hal seperti kota-kota lain,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar lahan strategis tidak habis digunakan tanpa perencanaan matang.
“Jangan sampai nanti setelah kita memiliki perencanaan tapi lahan kita sudah tidak ada, karena dipakai untuk pembangunan dan lainnya,” ungkapnya.
Ditambahkannya bahwa dengan konsep pembangunan vertikal, rusunawa diharapkan mampu menghemat penggunaan lahan sekaligus menjaga aset daerah untuk kepentingan strategis di masa depan.
“Rusunawa ini nanti akan dibangun ke atas sehingga lahan strategis tidak terganggu begitu banyak,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





