TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Komitmen terhadap peningkatan kualitas generasi masa depan terus ditunjukkan oleh PT Berau Coal melalui berbagai program berbasis kesehatan masyarakat.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah upaya berkelanjutan dalam penanganan stunting, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga penguatan kapasitas kader di tingkat kampung.
Melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Mandiri Lokal, perusahaan ini telah menjangkau sedikitnya 420 anak dari 19 kampung dampingan sepanjang 2024–2025.
Program ini menjadi bagian dari pilar kesehatan dalam skema pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.
Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menjelaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program tambahan, melainkan menjadi fokus utama yang dijalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Melalui yayasan perusahaan, kami menjalankan program pengembangan masyarakat dengan salah satu pilar utamanya adalah kesehatan,” ungkapnya.
“Penanganan stunting ini selaras dengan program pemerintah, dan kami hadir melalui berbagai intervensi, mulai dari PMT, edukasi, hingga pendampingan langsung,” sambungnya.
Lanjutnya, tak hanya berhenti pada pemberian asupan gizi, PT Berau Coal juga aktif menggelar seminar dan edukasi kesehatan yang menyasar 16 kampung di wilayah lingkar tambang.
Ia menyebut, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kader posyandu, terkait pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan stunting secara tepat.
Selain itu, perusahaan turut mendorong kolaborasi multipihak dengan melibatkan tenaga medis, kader kesehatan, serta puskesmas setempat.
Intervensi spesifik juga diakuinya, dilakukan terhadap anak-anak yang telah terindikasi stunting, termasuk pendampingan ke dokter spesialis.
“Kami tidak bekerja sendiri. Ada kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, hingga kader di lapangan. Harapannya, hasilnya bisa terukur dan berdampak nyata terhadap penurunan angka stunting,” tambah Reza.
Memasuki tahun 2026, program ini semakin diperluas dengan pelatihan kader yang digelar di Kecamatan Teluk dan Kecamatan Segah. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader sebagai garda terdepan dalam penanganan stunting di masyarakat.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari kalangan medis. Dr Cindi May menilai langkah yang dilakukan PT Berau Coal merupakan bentuk intervensi nyata yang sangat dibutuhkan.
“Ini pergerakan yang luar biasa. Stunting adalah persoalan besar, dan kegiatan seperti seminar serta edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama dalam pencegahan dan penanganan,” paparnya.
Menurutnya, peran kader sangat krusial dalam mendorong ibu-ibu untuk aktif memeriksakan kesehatan anak ke fasilitas layanan kesehatan. Dengan peningkatan kapasitas kader, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan.
Sementara itu, kader Posyandu Permata Borneo Kelurahan Sei Bedungun, Murniati, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan pelatihan yang diikuti.
“Kami mendapatkan ilmu baru terkait penanganan stunting. Terima kasih kepada PT Berau Coal atas kegiatan ini, semoga pendampingan kepada kami para kader bisa terus berlanjut,” ucapnya.
Melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari intervensi gizi hingga penguatan sumber daya manusia di tingkat akar rumput, PT Berau Coal menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Berau. (ADV)
Penulis : Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





