TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Target ambisius investasi senilai Rp 8 triliun dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk Kabupaten Berau mulai memantik respons daerah.
Meski belum mengantongi surat resmi, pemerintah kabupaten tak tinggal diam dan mulai memetakan sektor unggulan yang siap “dijual” ke investor.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengakui bahwa kabar mengenai target tersebut sudah beredar di internal pemerintah. Namun, pihaknya masih menunggu kepastian administratif dari Pemprov Kaltim.
“Informasinya memang sudah ada, tapi kami masih menunggu surat edaran resmi sebagai dasar,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian itu, DPMPTSP justru mulai bergerak cepat dengan menyusun proyeksi sektor yang dinilai paling realistis untuk mendongkrak nilai investasi. Dua sektor langsung mengemuka: pertambangan dan pariwisata.
Sektor pertambangan dan energi masih dianggap sebagai “mesin utama” penggerak investasi. Kenaikan harga batu bara di pasar global menjadi momentum yang dinilai tepat untuk menarik investor masuk ke Berau.
“Kalau melihat kondisi saat ini, pertambangan dan energi masih sangat potensial, apalagi dengan tren harga batu bara yang meningkat,” jelas Nanang.
Namun, ketergantungan pada sektor ekstraktif tidak ingin dijadikan satu-satunya tumpuan. Pemerintah daerah mulai melirik sektor pariwisata sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan.
Lonjakan kunjungan wisatawan, terutama saat libur panjang, menjadi indikator kuat bahwa sektor ini memiliki daya tarik investasi yang tak kalah besar. Apalagi, infrastruktur akses menuju kawasan pesisir disebut semakin membaik.
“Pariwisata ini potensinya besar. Kita lihat sendiri saat libur, kunjungan meningkat signifikan,” ucapnya.
Dengan dua sektor yang memiliki karakter berbeda pertambangan yang cepat menghasilkan dan pariwisata yang berkelanjutan Berau kini berada di persimpangan strategi investasi.
Ke depan, DPMPTSP Berau berencana memperkuat kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mengemas potensi wisata menjadi lebih menarik bagi investor.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengejar angka Rp 8 triliun semata, tetapi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang dan berkelanjutan di Kabupaten Berau. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





