TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Upaya pencegahan kebakaran terus diperkuat oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau melalui pengawasan dan pengecekan jalur hidran di sejumlah wilayah.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan sarana pendukung saat terjadi keadaan darurat.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, menegaskan bahwa pengawasan hidran dilakukan secara langsung di lapangan guna memastikan seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal.
“Kami cek langsung di lapangan, dibuka apakah mudah atau tidak, dan memastikan airnya mengalir,” ujarnya.
Lanjutnya, pengecekan tahap awal difokuskan di Kecamatan Sambaliung, dengan sedikitnya enam titik hidran telah diperiksa. Hasilnya, mayoritas hidran masih dalam kondisi baik dan mampu mengalirkan air dengan debit yang cukup untuk mendukung operasional pemadaman kebakaran.
Menurut Rakhmadi, fungsi hidran bukan untuk menyemprot langsung ke titik api, melainkan sebagai sumber utama pengisian ulang air bagi mobil tangki pemadam.
“Debit airnya cukup untuk kecepatan isi ulang mobil tangki, jadi membantu mempercepat respon,” jelasnya.
Meski begitu, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan, terutama terkait belum adanya pelimpahan aset dan personel secara penuh. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda upaya pencegahan.
“Memang belum ada pelimpahan aset dan staf, tapi kami tetap bergerak untuk pencegahan,” katanya.
Ia menyebutkan, selain Sambaliung, laporan awal juga menyebutkan kondisi hidran di Kecamatan Teluk Bayur cukup baik. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan verifikasi langsung guna memastikan kondisi riil di lapangan sesuai laporan.
“Di Teluk Bayur dilaporkan bagus, tapi tetap akan kami cek ulang,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, pengawasan hidran akan diperluas ke wilayah Kecamatan Tanjung Redeb. Kawasan perkotaan menjadi perhatian khusus mengingat tingginya aktivitas masyarakat serta meningkatnya risiko kebakaran saat cuaca panas.
Tak hanya itu, Disdamkarmat juga berencana melakukan pendataan dan penandaan lokasi hidran secara digital. Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat akses informasi bagi petugas saat melakukan pengisian air di lapangan.
“Nanti akan kita tagging, sehingga mobil damkar bisa cek lokasi pengisian lewat peta digital,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





