TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Kabupaten Berau terus mematangkan persiapan pengoperasian rumah sakit baru yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb. Fasilitas kesehatan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Mei mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, menyampaikan bahwa saat ini proses yang berjalan mencakup pemenuhan berbagai persyaratan administratif dan teknis, termasuk aspek perizinan.
Menurutnya, salah satu isu yang turut menjadi perhatian adalah terkait legalitas lahan. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan berada langsung di bawah kewenangan Dinas Kesehatan, melainkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kalau lahan itu, bukan di kami tapi OPD terkait. Tapi pada saat proses perizinan berada di titik akhir, berdasarkan penilaian dokumen-dokumen termasuk legalitas lahan pasti akan diajukan dan diperjelas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh dokumen pendukung, termasuk yang berkaitan dengan status lahan, menjadi bagian penting dalam tahapan akhir sebelum izin operasional diterbitkan. Karena itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar tidak ada kendala yang menghambat proses tersebut.
Selain aspek legalitas, Dinas Kesehatan juga tengah menyiapkan berbagai kebutuhan lain seperti sumber daya manusia (SDM), peralatan medis, serta sistem pelayanan agar rumah sakit dapat langsung berfungsi optimal saat dibuka.
Lamlay menegaskan bahwa pihaknya menargetkan operasional rumah sakit baru tersebut dapat dimulai dalam waktu dekat.
“Untuk pengoperasian di bulan Mei, pihaknya akan mengupayakan,” katanya singkat.
Meski demikian, ia mengakui bahwa target tersebut tetap bergantung pada kesiapan seluruh aspek pendukung, termasuk rampungnya proses perizinan dan kelengkapan fasilitas.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa waktu persiapan yang tersisa semakin terbatas sehingga diperlukan kerja cepat dan koordinasi yang solid antarinstansi.
“Ini sudah masuk akhir Maret, berarti waktu kita tinggal sekitar satu bulan. Pastikan semua siap,” ujarnya (30/3/26) lalu.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dalam memastikan seluruh sarana dan prasarana rumah sakit dapat difungsikan secara optimal.
Menurutnya, kesiapan tidak hanya mencakup bangunan fisik, tetapi juga kebersihan lingkungan, kelayakan fasilitas penunjang, hingga sistem pendukung operasional lainnya.
“Pastikan seluruh infrastruktur bisa dimanfaatkan dengan baik, termasuk kebersihan dan kelayakan bangunan. Semua harus siap sebelum difungsikan,” tegasnya.
Selain itu, Sri juga meminta agar dilakukan koordinasi intensif dengan pihak manajemen dan pengawas rumah sakit Tanjung Redeb tersebut guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Ia menyebut, dalam tahap awal, rumah sakit Tanjung Redeb tersebut akan difungsikan untuk layanan rawat jalan. Sementara itu, pelayanan rawat inap masih akan tetap dilakukan di rumah sakit lama sambil menunggu kesiapan penuh operasional di gedung baru. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





