TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana (sapras) pada tahun 2026.
Bantuan tersebut difokuskan pada kebutuhan dasar nelayan, mulai dari mesin, alat tangkap ikan, hingga dukungan untuk pengolahan dan budidaya hasil perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menjelaskan bahwa program bantuan ini disesuaikan dengan kewenangan pemerintah kabupaten, yakni mencakup wilayah pesisir hingga daratan serta perairan umum.
Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan di daerah.
“Tahun 2026 ini kita ada bantuan sapras seperti mesin, alat tangkap ikan, pengolahan, dan budidaya. Namun itu semua disesuaikan dengan kewenangan di kabupaten, yakni wilayah bibir pantai hingga darat dan perairan umum,” ujarnya.
Selain dari pemerintah kabupaten, pihaknya juga masih menunggu kepastian bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Abdul Majid menyebutkan bahwa proses distribusi bantuan dari provinsi membutuhkan waktu karena harus menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
“Untuk bantuan dari Pemprov Kaltim kita masih menunggu, apalagi pihak provinsi melayani 10 kabupaten/kota. Jadi kita akan menyesuaikan, misalnya hanya dua kelompok yang mendapatkan, maka itu yang akan kita realisasikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dinas Perikanan Berau juga menargetkan adanya peningkatan produksi sektor perikanan pada tahun ini. Target tersebut dipatok cukup ambisius, yakni kenaikan sebesar 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Abdul Majid, salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pencapaian target tersebut adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan.
Ia menilai, kelancaran distribusi BBM akan sangat membantu aktivitas melaut dan berdampak langsung pada hasil tangkapan.
“Kemudian untuk target produksi yakni peningkatan 20 sampai 30 persen dari sebelumnya. Apalagi jika BBM kita tidak terkendala, maka itu akan sangat membantu,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





