TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pasca libur panjang Idul fitri 2026, perhatian terhadap kebersihan destinasi wisata di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Lonjakan jumlah wisatawan yang terjadi selama masa liburan dinilai berpotensi meninggalkan berbagai persoalan lingkungan, terutama terkait sampah di sejumlah objek wisata unggulan.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menegaskan pentingnya langkah cepat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk memastikan kebersihan kawasan wisata tetap terjaga. Menurutnya, kondisi pasca libur Lebaran harus segera ditangani agar tidak berdampak pada kenyamanan pengunjung maupun citra pariwisata daerah.
“Setelah libur Idulfitri, biasanya volume sampah meningkat cukup signifikan. Ini harus segera direspons dengan pembersihan yang maksimal agar destinasi wisata tetap nyaman dan layak dikunjungi,” ujar Sutami, Jum’at (27/3/26).
Ia menyebutkan bahwa kebersihan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya tarik suatu destinasi. Jika tidak ditangani dengan baik, hal tersebut dapat menurunkan minat wisatawan untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
“Wisatawan tentu ingin menikmati tempat yang bersih dan tertata. Kalau banyak sampah berserakan, itu bisa merusak pengalaman mereka. Dampaknya bisa panjang terhadap sektor pariwisata kita,” jelasnya.
Sutami juga mendorong adanya peningkatan koordinasi antara Disbudpar, pengelola objek wisata, serta instansi terkait lainnya dalam menangani persoalan kebersihan. Selain itu, ia menilai perlu adanya edukasi kepada masyarakat dan wisatawan agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Tidak hanya pemerintah, pengunjung juga harus punya kesadaran untuk menjaga kebersihan. Perlu ada sosialisasi yang terus dilakukan agar budaya bersih ini bisa terbentuk,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan petugas kebersihan ditambah, terutama di lokasi yang mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi penumpukan sampah di kemudian hari.
“Fasilitas harus memadai. Kalau jumlah wisatawan meningkat, maka dukungan sarana dan prasarana juga harus ditingkatkan,” tegasnya.
Sutami berharap upaya menjaga kebersihan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya setelah momen liburan. Dengan demikian, sektor pariwisata Berau dapat terus berkembang dan memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung.
“Kita ingin pariwisata Berau tetap menjadi kebanggaan daerah, dan itu dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim





