TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Lonjakan permintaan layanan ambulans gratis milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Berau mendapat sorotan dari DPRD Berau. Kondisi ini dinilai perlu segera direspons melalui langkah konkret, khususnya dalam penambahan armada.
Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menyebut tingginya kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah seperti Balikpapan dan Samarinda menjadi indikator bahwa layanan ambulans BAZNAS kini sangat vital, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
“Layanan ini sangat membantu. Ketika permintaan terus meningkat, tentu harus diimbangi dengan ketersediaan armada yang memadai,” ujarnya. Ia menekankan bahwa alokasi anggaran yang tepat sasaran untuk sektor transportasi medis darurat harus menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan warga yang berada dalam kondisi kritis.
Ia mengaku prihatin apabila pasien harus menunggu antrean untuk mendapatkan layanan rujukan medis. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat penanganan pasien yang membutuhkan tindakan cepat.
Karena itu, Frans mendorong agar rencana pengadaan ambulans tambahan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mendukung penguatan layanan tersebut. Selain menambah unit baru, aspek perawatan rutin serta kesiapan tenaga pengemudi yang andal juga perlu diperhatikan agar operasional ambulans tetap prima dalam menempuh perjalanan jauh.
“Kami di DPRD mendukung penuh. Selain dari pemerintah daerah, keterlibatan perusahaan dan para donatur juga perlu diperkuat,” tambahnya.
Frans menegaskan, keberadaan ambulans bukan sekadar sarana transportasi, tetapi bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan. Hal ini terutama dirasakan oleh pasien yang harus dirujuk ke luar daerah dengan jarak tempuh cukup jauh.
Dengan kondisi tersebut, armada yang layak dan siap pakai menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Ia berharap ke depan pelayanan ambulans gratis dapat semakin optimal dan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.
“Harapannya tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan hanya karena keterbatasan armada,” pungkasnya. (Adv)





