TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah Kabupaten Berau yang dinilai tidak tuntas atau setengah matang menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Berau.
Salah satu yang bersuara tegas adalah Anggota DPRD Berau, Vitalis Paulus Lette, yang menyoroti langsung kondisi sejumlah fasilitas publik di Kecamatan Sambaliung.
Fokus interupsi Vitalis tertuju pada sektor pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan tinjauan lapangan, ditemukan sejumlah bangunan sekolah dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang secara fisik telah rampung, namun belum dapat difungsikan secara optimal.
Ia menyebut fenomena tersebut sebagai “pembangunan parsial”, yakni gedung terlihat selesai dari sisi luar, tetapi tidak dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai. Permasalahan seperti belum tersambungnya aliran listrik hingga pekerjaan interior yang belum tuntas menjadi kendala utama operasional.
“Jangan sampai pola pikir kita hanya sekadar membangun gedung tanpa memikirkan aspek utilitas. Perencanaan itu harus komprehensif dari hulu ke hilir. Jangan sampai bangunan sudah berdiri, tapi dua tahun kemudian mangkrak dan mengalami degradasi kualitas hanya karena anggaran lanjutan untuk fasilitas pendukung belum tersedia,” tegasnya.
Menurut Vitalis, kondisi tersebut berpotensi merugikan masyarakat karena fasilitas yang seharusnya bisa segera dimanfaatkan justru terbengkalai.
Di tengah dinamika penyesuaian anggaran daerah yang semakin ketat, ia mendesak pemerintah daerah lebih cermat dalam menetapkan skala prioritas pembangunan.
Vitalis juga menyayangkan alasan klasik “keterbatasan anggaran” yang kerap dijadikan pembenaran atas tertundanya penyelesaian fasilitas dasar yang mendesak.
“Sudah terlalu sering kita mendengar retorika kekurangan anggaran. Namun anehnya, program-program yang seharusnya masuk kategori urgensi tinggi dan skala prioritas utama justru sering kali tidak tersentuh maksimal dalam skema penganggaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, DPRD menginginkan setiap rupiah dalam APBD benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami di DPRD menginginkan setiap rupiah yang keluar dari APBD memberikan dampak instan dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)





