TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Efek dari efisiensi anggaran sangat berdampak ke perkampungan di Kabupaten Berau. Hal ini pun terjadi pada 4 kampung yang ada di Kecamatan Maratua yakni Teluk Alulu, Bohe Silian, Payung-Payung, dan Teluk Harapan.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said meminta inovasi 4 kampung tersebut untuk dapat memaksimalkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang mereka miliki.
“Kalau dikampung lain kan ada perusahaan-perusahaan yang bisa memberikan manfaat melalui CSR, tapi kan di Maratua tidak ada maka dari itu BUMK disetiap kampung disana harus maksimal,” ungkapnya.
Dikarenakan kata Said, Kecamatan Maratua ini tidak memiliki perusahaan yang daoat berperan melalui CSR. Hanya saja banyaknya resort di Pulau Maratua dapat menjadi sumber penghasilan tersendiri bagi BUMK di 4 Kampung Kecamatan Pulau Maratua.
Ia pun menyarankan agar BUMK daoat menjalin kemitraan dengan seluruh resort yang ada seperti nirvana, Maratua Paradise, resort sienna dan masih banyak lagi.
“Kami pun melihat salah satu kampung yakni Teluk Alulu yang pendapatan kampungnya agak kurang dapat memanfaatkan resort sienna untuk BUMKnya,” terangnya.
Said menambahkan bahwa kemitraan yang dibangun dengan resort-resort yang ada ialah berkaitan segala kebutuhan yang belum dimiliki agar dapat dipenuhi melalui BUMK. Baik itu pengadaan jasa, sewa gedung, ataupun ketersediaan bahan pokok makanan.
“Kami yakin dan percaya banyak kebutuhan di resort yang diperlukan dan daoat dipenuhi oleh BUMK. sehingga tidak lagi bergantung pada Dana Desa atau ADK,” jelasnya.
Ia berharap potensi-potensi ini daoat dimanfaatkan dengan baik. Apalagi “badai” efisiensi yang tidak diketahui kapan akan berakhir. Oleh karena itu, kampung hanya dapat berharap dengan inovasi yang mereka lakukan sendiri.
“Kami harap 4 kampung ini di Kecamatan dapat memaksimalkan BUMK mereka,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





