TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa Peringatan Hari Ibu di Indonesia bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mendorong kaum perempuan semakin berdaya dan mengambil peran strategis dalam berbagai sektor kehidupan.
Dalam kesempatannya, Sri menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas Anugerah Srikandi Indonesia Penggerak Pendidikan yang diterimanya dari Wakil Menteri Dikti dan Saintek RI, Stella Christie, bersama sejumlah tokoh perempuan Indonesia.
Ia menilai penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga amanah dan tantangan untuk terus memajukan kaum perempuan di Kabupaten Berau.
“Penghargaan ini merupakan wujud perjuangan sekaligus tantangan bagi kita semua untuk terus bergerak memajukan perempuan di Kabupaten Berau,” ungkapnya.
“Perjuangan perempuan bukanlah hal yang mudah. Sejak dahulu, perempuan-perempuan Indonesia dengan gigih memperjuangkan hak-haknya hingga terwujud kesetaraan,” sambungnya.
Dirinya menegaskan bahwa makna Peringatan Hari Ibu jauh lebih luas dari tradisi busana kebaya atau pertukaran hadiah. Menurutnya, Hari Ibu harus menjadi momentum refleksi dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Hari Ibu bukan sekadar seremoni. Ini adalah ajang mendorong perempuan Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan setara kedudukannya dalam semua sektor kehidupan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, di Kabupaten Berau kini semakin banyak perempuan yang hadir di garda terdepan, baik di sektor pemerintahan, politik, perdagangan, hingga pertahanan dan keamanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan perempuan semakin diperhitungkan dalam proses pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, Sri juga menyampaikan capaian Kabupaten Berau dalam pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG). Pada tahun 2024, Berau berhasil meraih Terbaik II Arindama Bidang Kesetaraan Gender di tingkat provinsi.
“Dengan segala potensi dan upaya yang kita lakukan, kita berharap Kabupaten Berau dapat kembali meraih penghargaan Arindama pada 2026, khususnya di bidang pelayanan publik kesetaraan gender,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan organisasi perempuan agar semakin andal dalam menjalankan peran sosial, ekonomi, maupun keluarga.
Lebih jauh, ia menyebut kaum ibu sebagai sosok luar biasa yang mampu menjalankan banyak peran secara bersamaan. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan sangat penting untuk menjawab tantangan pembangunan, termasuk persoalan kesehatan masyarakat.
“Perjuangan kita masih panjang. Persoalan kesehatan, khususnya stunting dan gizi buruk, memerlukan keseriusan kita bersama untuk mencegah dan mengatasinya,” ujarnya.
Sei mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu, saling menguatkan, dan tidak berpuas diri atas capaian yang telah diraih, agar perempuan di Kabupaten Berau semakin berdaya, setara, dan berkontribusi besar bagi pembangunan daerah. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





