TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Banjir kiriman dari hulu Sungai Kelay dan Segah yang mulai menggenangi wilayah Berau sejak Minggu (7/12/25) hingga beberapa hari kemarin terus menggenangi beberapa kampung di daerah tersebut.
Tidak hanya rumah warga yang terendam, tetapi juga bangunan sekolah dasar di sejumlah kampung, terutama di Kecamatan Kelay dan Segah. Kondisi ini membuat kegiatan pembelajaran terhenti total karena lingkungan sekolah tidak lagi layak digunakan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan bahwa pada situasi seperti ini keselamatan guru dan siswa menjadi prioritas utama.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi memikirkan penyelamatan gedung sekolah, sebab sebagian ruang kelas sudah dipenuhi air.
“Kita minta selamatkan orang-orangnya karena banjir sudah masuk. Mereka memang masih masa sekolah, jadi sementara mereka belajar di rumah,” ujarnya, Jum’at (12/12/25).
Dengan kondisi sekolah yang terendam hingga ke bagian dalam, proses evakuasi barang hanya bisa dilakukan secara terbatas. Perlengkapan penting seperti komputer, laptop, dan peralatan elektronik lainnya menjadi fokus utama untuk dipindahkan. Sementara buku pelajaran, dokumen sekolah, dan arsip penting lainnya sebagian besar terendam dan tidak dapat diselamatkan.
“Kalau aset tidak bisa diselamatkan, kalau peralatan elektronik bisa dibawa pulang. Kalau buku dan dokumen lain tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.
Sejumlah perabot juga ikut rusak akibat derasnya arus banjir. Lemari dan rak yang sempat dinaikkan ke posisi lebih tinggi akhirnya tumbang karena intensitas air yang kian naik.
Kondisi makin memprihatinkan terjadi pada rumah dinas guru. Di Long Ayan, bangunan rumah dinas bahkan pernah hanyut bersama fasilitas ibadah pada banjir besar pertengahan tahun 2025 lalu.
Hal ini memperkuat alasan pemerintah untuk tidak lagi mempertahankan fasilitas pendidikan di titik rawan tersebut.
Sebagai langkah jangka panjang, Disdik Berau mengambil keputusan strategis: relokasi sekolah. Beberapa lembaga pendidikan sudah masuk daftar prioritas pemindahan pada tahun mendatang, termasuk SD Long Ayap dan SD Long Ayan.
“SD di Long Ayap dan Long Ayan kan terdampak. Sekolahnya akan kami relokasi tahun depan. Persiapan lahan sudah disiapkan kampung. Kalau tidak salah satu hektare,” terangnya.
Koordinasi antara Disdik, BPBD, dan pihak sekolah terus dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur penanganan banjir berjalan sesuai standar. Selama masa pemulihan, Disdik meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal. Pemerintah daerah masih menunggu air surut dan menyiapkan lokasi relokasi agar dapat segera dibangun.
“Kami harap proses pemindahan sekolah dapat terlaksana segera, agar kegiatan pendidikan tidak terganggu lebih lama dan siswa dapat kembali belajar dengan aman,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





