TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pembangunan tahap satu Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pegat Bukur yang terletak di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung ditargetkan rampung pada Desember 2024 mendatang.
TPA ini nantinya akan menjadi opsi sebagai tempat pembuangan baru yang awalnya terletak pada jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (AMPLP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Decty Toge Manduli mengatakan bahwa, luasan lahan TPA tersebut mencapai 20 hektare, namun yang saat ini telah dibangun hanya seluas 5 hektare.
Kemudian, DPUPR akan terus melakukan pengembangan-pengembangan terhadap TPA tersebut jika anggaran yang diusulkan nantinya disetujui oleh pemerintah daerah.
“Saat ini sedang pihak kami garap hanya 5 hektar, sisanya akan digunakan untuk pengembangan-pengembangan selanjutnya jika tahun depan anggarannya ada,” ungkapnya.
Dirinya menyampaikan, untuk tahap awal pembangunan TPA tersebut telah mencapai 75 persen dengan menggelontorkan anggaran senilai Rp 16 miliar.
“Sekarang posisinya sudah sekitar 75 persen untuk anggaran tahun ini. Ini baru tahap satu kemungkinan Desember selesai,” ujarnya.
Namun, TPA tersebut tidak dapat digunakan dengan maksimal dikarenakan anggaran yang terbatas, sehingga dilakukan pembangunan secara bertahap. Untuk membangun TPA tersebut secara komplit diperlukan anggaran sebesar Rp 170 miliar.
“Kalau mau komplit atau jadi semuanya memerlukan anggaran yang cukup besar sekitar Rp 170 miliar. Karena semuanya lengkap, ada kantor, jembatan timbang, jalan, tempat pengelolaan tinja dan yang lainnya,” ucapnya.
Kemudian, Decty menambahkan bahwa untuk izin lingkungan dari tempat ini sedang dalam proses pembuatan. Sehingga, ketika nantinya TPA ini telah selesai maka izinnya pun sudah disiapkan.
“Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup ( UKL-UPL ) dari TPA ini telah diurus. Kemungkinan bulan depan izin tersebut telah kita peroleh,” tambahnya.
Disebutnya, pada tahap satu ini, pihaknya berfokus pada pembuatan jalan dan lubang untuk pembuangan akhir. Pembangunan pada tahap ini dinilai pihaknya penting, agar dapat menjadi opsi ketika TPA Bujangga sudah tidak bisa lagi digunakan.
“Jadi kami usahakan untuk bisa digunakan meskipun belum bisa maksimal.Mudah mudahan tahun depan ada lagi tahap kedua,” jelasnya.
Pihaknya juga membeberkan terdapat beberapa kendala. Maka dari itu, memerlukan anggaran yang cukup besar. Agar, pembangunan TPA baru ini dapat maksimal nantinya.
“Banyak kendalanya. Makanya anggaran yang diperlukan juga besar. Satu lobang untuk pembuangan akhir juga perlu dibuatkan siring agar tidak longsor,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





