TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Rencana penutupan Jembatan Sambaliung yang dijadwalkan malam, Kamis (1/6/23) tidak bisa dilakukan karena ada belasan orang yang mengatasnamakan masyarakat menolak untuk dilakukannya penutupan tersebut.
Dalam kesempatannya, Pejabat Pelaksanaan Kontrak (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Kaltim, I Nyoman Swardika mengatakan, atas kejadian ini dirinya telah melakukan pelaporan kepada Pemkab Berau bahwa ada tuntutan dari masyarakat dan ini perlu dibahas terlebih dahulu.
“Saya sebagai PPK di sini hanya melaksanakan tugas, kalau memang tidak bisa dilakukan penutupan maka perlu diskusi kembali dengan Pemkab Berau terkait hal ini. Iya kita akan mencarikan solusi yang tepat,” ungkap Nyoman.
Ia mengakui, Jembatan Sambaliung sementara ini tidak bisa ditutup hingga menunggu hasil dari rapat bersama Pemkab Berau nanti.
“Saya belum tau apa yang akan kita bahas besok. Yang pasti kita meminta penyelesaian atau solusi dari Pemkab Berau. Ditunggu saja,” tuturnya.
Seharusnya sudah ada kegiatan pengerjaan, untuk mobilisasi pemindahan material juga diakuinya terpaksa tidak bisa dilakukan akibat dari tidak ditutupnya Jembatan Sambaliung hari ini.
“Kalau dari kami sudah siap memulai pengerjaan, makanya malam ini direncanakan penutupan,” tegasnya.
Nyoman menambahkan, semua rangkaian persiapan telah pihaknya persiapan dari jauh hari dan koordinasi juga terus pihaknya lakukan dengan Pemkab Berau hingga rencana penutupan hari ini. Namun jika masih ada kekurangan seperti yang disampaikan oleh masyarakat dalam aksi tadi. Dikatakannya, akan menyampaikan hal tersebut pada rapat bersama besok.
“Kita lihat hasilnya dari rapat besok. Jadi malam ini kita buka Jembatan Sambaliung,” pungkasnya. (Yud/Ded)





