TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Kabupaten Berau kembali membidik prestasi dalam ajang Arindama Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur 2026.
Setelah berhasil mempertahankan penghargaan tersebut selama tiga tahun berturut-turut, Berau kini berupaya melanjutkan capaian positif di bidang pembangunan pariwisata.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau dalam asesmen penilaian Arindama Pariwisata 2026. Tahapan presentasi dilaksanakan di Samarinda, Kamis (29/10).
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan dalam asesmen tersebut pihaknya memaparkan berbagai capaian pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Materi yang disampaikan meliputi kontribusi pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengembangan potensi kakao sebagai agrowisata edukatif, hingga penguatan desa wisata.
“Beberapa capaian yang kami paparkan di antaranya kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD, pengembangan potensi kakao sebagai agrowisata edukatif, serta berbagai upaya penguatan desa wisata di Kabupaten Berau,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan pariwisata Berau tidak hanya bertumpu pada kekayaan destinasi alam yang selama ini menjadi daya tarik utama. Potensi lain, termasuk sektor perkebunan dan pemberdayaan masyarakat kampung, juga mulai dikembangkan untuk memperluas daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Salah satunya melalui pengembangan kakao sebagai agrowisata edukatif. Potensi perkebunan tersebut dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang memberikan pengetahuan kepada pengunjung mengenai budidaya hingga pengolahan hasil kakao.
“Potensi yang kita miliki cukup beragam. Karena itu, pengembangan pariwisata juga diarahkan untuk mengangkat potensi lokal agar bisa memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain kakao, penguatan desa wisata juga menjadi salah satu fokus yang dipaparkan dalam asesmen. Pengembangan desa wisata diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas pariwisata, sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat kampung.
Yudha menyebut, keikutsertaan dalam penilaian tahun ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan prestasi yang telah diraih Berau selama tiga tahun berturut-turut.
“Kami tentu berharap capaian yang sudah diraih selama tiga tahun berturut-turut ini bisa kembali dipertahankan. Berbagai program dan inovasi yang telah dilakukan menjadi bagian dari upaya kami dalam mengembangkan sektor pariwisata Berau,” ungkapnya.
Melalui asesmen Arindama Pariwisata 2026, Disbudpar Berau berharap berbagai capaian pembangunan yang telah dipaparkan dapat menjadi pertimbangan dalam penilaian tingkat provinsi.
“Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen kita dalam menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor strategis untuk memperkuat perekonomian daerah, mengembangkan potensi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





