TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mendesak PT PLN segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi gangguan pasokan listrik yang dikeluhkan masyarakat. Ia meminta perbaikan jaringan dipercepat dan solusi jangka pendek disiapkan agar pemadaman tidak berlangsung terlalu lama.
Desakan tersebut disampaikan Sri Juniarsih dalam Rapat Koordinasi membahas tuntutan masyarakat terkait keterbatasan pasokan listrik di Kabupaten Berau. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kakaban, Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, Selasa (27/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Sri Juniarsih menekankan tiga poin utama yang perlu segera ditindaklanjuti PLN, mulai dari percepatan perbaikan jaringan, penyediaan solusi sementara, hingga dukungan fasilitas komunikasi bagi masyarakat.
Pertama, ia meminta PLN memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar kebutuhan listrik masyarakat tetap menjadi prioritas, terutama selama proses perbaikan jaringan berlangsung.
Kedua, PLN diminta segera menangani gangguan pada titik-titik jaringan yang masih menggunakan sistem lama dan belum terhubung dengan jaringan interkoneksi. Perbaikan dinilai penting untuk menekan durasi pemadaman sembari menunggu sistem interkoneksi beroperasi secara optimal.
“Kalau sampai pemadaman berlangsung cukup lama, tentu masyarakat yang dirugikan. Karena itu, saya minta titik-titik yang mengalami gangguan segera diperbaiki. Selama proses perbaikan interkoneksi, harus ada solusi jangka pendek agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.
Sri Juniarsih juga menilai koordinasi yang baik antara Pemkab Berau dan PLN menjadi kunci dalam mempercepat penanganan persoalan kelistrikan. Dengan komunikasi yang intensif, setiap gangguan teknis diharapkan dapat segera direspons sehingga dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan.
Poin ketiga, Sri meminta PLN mempertimbangkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), khususnya untuk penyediaan fasilitas pendukung komunikasi di ruang terbuka hijau.
Menurutnya, akses komunikasi kini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), semakin bergantung pada layanan digital.
“Sekarang rata-rata masyarakat sudah beraktivitas secara online, termasuk orang berjualan. Karena itu, ketika jaringan listrik terganggu, dampaknya juga bisa merembet ke aktivitas masyarakat. Kami berharap ada dukungan fasilitas agar kebutuhan komunikasi masyarakat tetap bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemulihan pasokan listrik harus menjadi perhatian bersama. Proses perbaikan yang sedang berjalan diharapkan segera tuntas agar masyarakat Berau kembali mendapatkan pelayanan listrik yang lebih stabil melalui sistem interkoneksi.
Sri Juniarsih juga berharap gangguan serupa tidak terus berulang. Menurutnya, pasokan listrik yang andal sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas rumah tangga, kegiatan usaha, hingga pelayanan publik.
“Saya berharap ke depan tidak ada lagi pemadaman seperti ini. Masyarakat membutuhkan pelayanan listrik yang baik. Pemerintah daerah sudah berupaya memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat, sehingga kami ingin ada tindak lanjut nyata agar persoalan ini tidak terus berulang,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




