TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau berupaya melanjutkan program pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2027 mendatang.
Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM, khususnya yang berada di kawasan destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan sertifikasi halal menjadi salah satu program prioritas yang ingin terus didorong pemerintah daerah.
Menurutnya, kepemilikan sertifikat halal dapat memberikan nilai tambah bagi produk UMKM di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap jaminan kehalalan produk.
“Kepercayaan konsumen merupakan hal penting dalam pemasaran produk UMKM, dan sertifikasi halal bisa menjadi salah satu faktor yang mendukung kepercayaan tersebut,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa pihaknya berencana mengusulkan agar program pendampingan dan bantuan sertifikasi halal tetap tersedia dalam perencanaan kegiatan tahun anggaran 2027.
“Kita bergantung pada dukungan anggaran untuk pelaksanaan, karena kan kita perlukan anggaran yang dapat dialokasikan untuk program tersebut,” terangnya.
Oleh karena itu, kata dia, Diskoperindag Berau akan tetap mengupayakan agar fasilitasi bagi pelaku usaha lokal bisa dilanjutkan.
“Kami tetap berupaya agar program ini bisa dilaksanakan kembali pada 2027,” katanya.
Untuk sasaran program, Diskoperindag Berau ingin memprioritaskan pelaku usaha yang berada di kawasan wisata, terutama Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk-Biduk.
Pihaknya menuturkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menyinergikan pengembangan UMKM dengan sektor pariwisata. Produk lokal yang memiliki jaminan halal diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada wisatawan sekaligus memperluas peluang pemasaran.
“Kami ingin program sertifikasi halal ini difokuskan kepada UMKM di daerah destinasi wisata, seperti Derawan, Maratua, dan Biduk-Biduk. Program ini kami sinergikan untuk mendukung Berau sebagai salah satu destinasi andalan Kalimantan Timur,” jelasnya.
Pihaknya pun tetap mengusulkan sedikitnya 100 pelaku usaha untuk menjadi sasaran fasilitasi sertifikasi halal pada 2027.
“Jumlah itu kita harap dapat menjangkau lebih banyak UMKM, terutama usaha yang produknya berpotensi dipasarkan kepada wisatawan maupun konsumen dari luar daerah” tuturnya.
Dirinya berharap rencana tersebut dapat terealisasi melalui dukungan anggaran pemerintah daerah.
“Semoga penguatan legalitas dan kualitas produk UMKM dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan daya tarik pariwisata Berau,” kuncinya. (*/)
penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





