TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kabut Asap pekat kembali selimuti sejumlah wilayah termasuk Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau hingga saat ini. Hal ini pun menjadi atensi bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis menyampaikan bahwa kondisi kabut asap sudah mulai reda. Namun, peningkatan terjadi begitu cepat pada 1 minggu terakhir.
“Awalnya sudah membaik, tapi dalam satu minggu belakangan ini, kabut asap semakin tebal dan ini tentu menjadi perhatian Apalagi penyebab dan efek dari udara yang ada seperti saat ini,” ungkapnya saat melihat kondisi udara di Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Jum’at (18/9/26) didampingi oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPBD Berau.
Pihaknya pun akan melakukan pengukuran kualitas udara bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Hal tersebut untuk mengetahui bagaimana kualitas udara saat ini di Kabupaten Berau.
“Insya Allah hari ini kita akan pasang pengukuran udara dengan standar Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), jam 2 nanti, kita akan kita lakukan di Kantor Bupati,” ujarnya.
“Hasilnya itu besok, separah apa hasilnya terhadap kondisi udara alam kita, itu akan ditentukan untuk besok,” sambungnya.
Gamalis berpesan bahwa pencegahan dapat dilakukan melalui masyarakat sendiri dengan kembali menggunakan masker ketika bepergian ataupun beraktivitas di luar.
“Kami hanya dapat mengimbau kepada masyarakat, agar supaya, ayo kita kembali lagi memakai masker, dan kurangi kegiatan di luar rumah jika itu tidak terlalu sangat penting,” tuturnya.
Selain itu, Pemkab Berau juga akan memperpanjang Belajar dari Rumah (BDR). Akan tetapi, kebijakan ini bukan menjadi kesempatan bagi anak-anak sekolah untuk tetap bermain di luar rumah tanpa masker.
“Jangan sampai juga ketika kita BDR berlajar dari rumah, anak-anak malah bebas keluar keliyuran di rumah, itu selayaknya jangan,” katanya.
Efek dari hal tersebut kata dia, berupa peningkatana kasus ISPA di Kabupaten Berau yang naik cukup signifikan.
“Kasus ispa ini kan semakin meningkat hari ini utu yang kita dengar dari Dinkes,” ungkapnya.
Dalam hal membicarakan beberapa kasus-kasus yang terakhir ini. Kasus ISPA hari ini, di dalam pantauan itu semakin meningkat. Hampir beratus-ratus kali dari total semula.
Hal itu dikarenakan, Particulate Matter (PM) 2.5 itu yang tadinya di ruangan itu hanya standarnya 25 Sekarang sudah 385. Artinya ini sudah sangat tinggi.
Ia menerangkan bahwa kecil, rata-rata, ini partikel kecil ini, nanti kalau kita tidak mawas ini bisa masuk ke dalam seluruh penapasan, ke paru-paru, bahkan bisa sampai ke kutub udara.
“Yang mengakibatkan tentu jantung dan lain sebagainya. Nah, sementara PM10, sama juga tingginya, sampai 1400-an, sampai sebilangan perusahaan meloncak tinggi. Ini memang yang membuat tinggi nya kasus ISPA ini sekarang,” terangnya.
Langkah Pemkab hari ini ialah pihaknya tidak bisa melakukan langkah yang sporadis dan terburu-buru.
“Kita akan meminta kepada kawan-kawan agar sekalian memakai mengurangi kegiatan luar juga tidak terlalu penting, kemudian kembali diaktifkan. Nah, ini sembari kawan-kawan DLHK melakukan pemantauan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Berau, Rahmawati mengatakan bahwa hingga saat ini kasus ISPA meningkat pesat.
Ini telah terjadi peningkatan kasus yang tertinggi di antara semua bulan selama 2026. yaitu sekitar 5.100an kasus. Yang biasanya rata-rata per bulan itu cuma 2.000 sampai 3.000 kasus. Jadi, ini belum termasuk yang pengobatan mandiri di rumah ini belum kita data.
Dirinya menjabarkan bahwa ada sekitar 20 yg persen masyarakat yang tetap ingin di rawat secara mandiri. Kemudian, kualitas udara yang terus meningkat dari tidak sehat bahkan sempat berbahaya. Dengan tidak bepergian jika tidak menggunakan masker.
“Kalau dirawat sendiri itu yang perlu kita waspadai. Terkait ini, kami Kembalikan lagi apa yang disampaikan oleh Wakil Bupati sebelumnya,” bebernya.
Sehingga, Dinkes Berau mengimbau masyarakat agar patuh. Agar dapat melindungi dari kabut asap yang luar biasa terjadi di Kabupaten Berau.
“Oleh karena itu, biasakan gunakan masker setiap luar ruangan. Kemudian, hindari apabila memang tidak perlu luar ruangan. Apabila ada hal yang kurang penting” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





