TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Harapan turunnya hujan mulai muncul di tengah kondisi Kabupaten Berau yang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau memprakirakan sejumlah wilayah berpeluang diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengatakan peluang hujan mulai terlihat berdasarkan hasil pemantauan terhadap dinamika atmosfer. Sejumlah wilayah, khususnya kawasan pesisir bagian selatan Berau, mulai menunjukkan kondisi yang mendukung terbentuknya hujan.
Menurut Ade, pergerakan dan pertumbuhan awan saat ini menjadi salah satu indikator meningkatnya peluang hujan. Jika pola tersebut terus berkembang, awan hujan berpotensi bergerak menuju kawasan perkotaan Berau.
“Kalau melihat data yang ada, beberapa hari ke depan memang ada potensi hujan di sejumlah wilayah. Saat ini juga terlihat adanya pergeseran awan, sehingga ada kemungkinan hujan dapat bergeser ke wilayah perkotaan,” ujarnya kepada awak media kemarin.
Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu cepat menyimpulkan kondisi cuaca. Pasalnya, perkembangan atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat sehingga BMKG masih terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi cuaca secara berkala.
Munculnya peluang hujan tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat yang beberapa waktu terakhir harus beraktivitas di tengah kepungan asap Karhutla. Terlebih, hujan dengan intensitas cukup tinggi dinilai dapat membantu membasahi lahan sekaligus mendukung upaya pemadaman kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah titik.
“Kami tentu berharap hujan benar-benar turun dengan intensitas yang cukup. Ini akan sangat membantu tim gabungan yang saat ini masih melakukan upaya pemadaman Karhutla,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah titik panas masih terpantau di wilayah Berau. Kondisi cuaca yang cenderung kering membuat ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir dan masih menjadi perhatian pemerintah bersama tim penanganan di lapangan.
Ade menambahkan, hujan sebenarnya sudah terjadi di beberapa wilayah Berau dalam sepekan terakhir. Tanjung Redeb pun sempat mendapatkan guyuran hujan, namun intensitasnya masih rendah dengan durasi singkat.
Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk memberikan dampak besar terhadap lahan yang masih kering maupun membantu memadamkan titik-titik kebakaran secara signifikan.
“Memang dalam sepekan terakhir sudah ada hujan di beberapa wilayah, termasuk Tanjung Redeb. Tetapi intensitasnya masih ringan dan durasinya juga singkat,” pungkasnya. (*/)
Editor: Dedy Warseto





