TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya menjaga keberlangsungan sektor pertanian dengan membenahi jaringan irigasi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur.
Perbaikan infrastruktur pengairan menjadi salah satu perhatian karena ketersediaan air sangat menentukan produktivitas lahan pertanian masyarakat, terutama ketika memasuki periode kemarau.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, mengatakan kondisi jaringan irigasi di Labanan Jaya masih membutuhkan penanganan di sejumlah titik.
Menurutnya, kerusakan pada beberapa bagian saluran membuat distribusi air menuju lahan pertanian belum dapat berlangsung secara optimal.
“Masih ada bagian jaringan yang kondisinya perlu diperbaiki. Karena itu, penanganannya kami lakukan secara bertahap dengan menyesuaikan skala kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ujarnya baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pada tahun ini terdapat lima pekerjaan irigasi tersier yang direncanakan untuk dilaksanakan melalui kewenangan pemerintah provinsi. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pembenahan jaringan pengairan di kawasan Labanan Jaya.
“Lima kegiatan yang masuk tahun ini tentu menjadi langkah awal, tetapi kebutuhan di lapangan masih cukup banyak. Kami akan terus mendorong agar titik-titik lain yang membutuhkan perbaikan dapat ikut ditangani,” katanya.
Hendra mengakui keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu faktor yang membuat pembenahan belum dapat dilakukan sekaligus.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah menghentikan upaya perbaikan. DPUPR Berau masih berusaha mengawal kebutuhan anggaran tambahan untuk mendukung pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi.
“Keterbatasan fiskal memang menjadi tantangan, tetapi kebutuhan petani tetap harus diperjuangkan. Usulan perbaikan akan kami bawa kembali dalam pembahasan anggaran berikutnya,” jelasnya.
Menurut Hendra, pihaknya akan mengupayakan dukungan melalui APBD Perubahan maupun penyusunan anggaran tahun 2027. Langkah tersebut dinilai penting agar pembenahan jaringan pengairan dapat dilakukan lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan kebutuhan irigasi tidak berhenti di tahun ini. Untuk itu, kami akan terus mengawal usulannya agar bisa masuk dalam APBD Perubahan maupun program tahun 2027,” tuturnya.
Selain pembangunan dan rehabilitasi yang telah direncanakan, DPUPR Berau juga melakukan sejumlah penanganan terhadap jaringan yang mengalami kendala di lapangan.
Perbaikan secara bertahap tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi air sekaligus menjaga lahan pertanian masyarakat tetap produktif.
“Yang kami harapkan, setiap penanganan yang dilakukan bisa memberikan dampak langsung kepada petani. Dengan jaringan air yang lebih baik, produktivitas lahan dapat tetap terjaga,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





