SAMBALIUNG, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau (Pemkab) terus mendorong pengembangan kerajinan lokal melalui peningkatan kapasitas para pengrajin. Salah satunya dilakukan melalui pendampingan lanjutan bagi masyarakat pengrajin anyaman pandan di Kampung Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung pada Kamis (3/9/26).
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah dilaksanakan pada tahun pertama oleh pihak ketiga yakni salah satu perusahaan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Hal ini merupakan langkah kolaborasi Pemerintah, Dekranasda, dan pihak swasta.
Pendampingan kali ini diarahkan tidak hanya pada kemampuan dasar menganyam, tetapi juga peningkatan kualitas hingga produk yang dihasilkan memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan proses pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keterampilan para pengrajin terus berkembang.
Menurutnya, pengrajin tidak cukup hanya memiliki kemampuan membuat anyaman, tetapi juga perlu memahami bagaimana menghasilkan produk yang rapi, menarik, memiliki nilai tambah, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Ini merupakan pendampingan lanjutan dari pelatihan tahun pertama. Para pengrajin terus kami dampingi sampai kemampuan mereka meningkat dan hasil kerajinannya bisa mencapai tahap layak jual,” ujarnya.
Pendampingan tersebut dilaksanakan selama satu pekan, mulai 31 Agustus hingga 5 September 2026. Dalam prosesnya, para pengrajin mendapatkan arahan dan pendampingan untuk mengembangkan teknik serta kualitas produk berbahan dasar pandan.
Eva menilai kerajinan anyaman pandan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan masyarakat apabila dikelola secara konsisten. Karena itu, kualitas produk menjadi salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke pasar yang lebih luas.
“Harapannya, melalui kegiatan ini para pengrajin bisa menghasilkan produk yang semakin baik, baik dari sisi kualitas maupun bentuknya. Sehingga nantinya produk tersebut tidak hanya bisa dipasarkan di dalam daerah, tetapi juga mampu menembus pasar di luar daerah,” terangnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan pendampingan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin mandiri dalam mengembangkan usaha kerajinan.
“Jika kualitas produk yang meningkat dan pemasaran yang semakin luas, kerajinan anyaman pandan kami harapkan dapat memberikan tambahan nilai ekonomi bagi masyarakat Kampung Bebanir Bangun,” kuncinya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi kreatif berbasis masyarakat di Kabupaten Berau, dengan mengoptimalkan keterampilan lokal agar dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi dan memiliki daya saing. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





