TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mengarahkan pembangunan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas masyarakat di berbagai wilayah. Tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan di kawasan perkotaan, program yang disiapkan juga menyasar akses pendidikan, jalur pertanian, hingga daerah pesisir yang membutuhkan peningkatan konektivitas.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, sejumlah pekerjaan infrastruktur telah diprogramkan dengan harapan mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas dan produktivitas masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Berau, Fendra Firnawan, mengatakan pembangunan infrastruktur harus memiliki manfaat nyata dan tidak sekadar menghasilkan bangunan fisik. Menurutnya, setiap ruas jalan yang dikerjakan diharapkan dapat membuka peluang ekonomi sekaligus mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Orientasi kami adalah memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar berguna. Akses yang lebih baik diharapkan dapat membantu pergerakan masyarakat, memperlancar kegiatan ekonomi dan memudahkan anak-anak menjangkau fasilitas pendidikan,” ujar Fendra.
Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan jalan usaha tani sepanjang 700 meter di kawasan KM 16 Kampung Maluang. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempermudah petani membawa hasil produksi sekaligus mengurangi hambatan transportasi dari kawasan pertanian menuju titik distribusi.
Selain sektor pertanian, perhatian juga diberikan terhadap kebutuhan akses pendidikan. Pemkab Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,1 miliar untuk pembangunan jalan menuju Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Gunung Tabur.
Pembangunan akses tersebut dinilai penting untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi para pelajar serta masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pendidikan tersebut.
“Pendidikan menjadi salah satu sektor yang harus didukung dengan akses yang layak. Karena itu, pembangunan jalan menuju Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya kami memberikan kemudahan dan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Peningkatan konektivitas juga dilakukan di wilayah pesisir, salah satunya melalui pengerjaan jalan di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan. Sementara di kawasan perkotaan, peningkatan kualitas jalan turut menyasar ruas Limunjan–Mantaritip, Singkuang–Mantaritip, serta kawasan Gunung Panjang.
Fendra mengakui kondisi geografis Berau menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan pembangunan, khususnya pada wilayah yang membutuhkan pembukaan akses baru. Kondisi tersebut turut memengaruhi kebutuhan anggaran dan teknis pengerjaan di lapangan.
Meski demikian, Dinas PUPR Berau memastikan seluruh proses pengadaan dilakukan secara terbuka melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
“Apabila seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pekerjaan fisik dapat segera dimulai. Kami berharap seluruh proyek bisa diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan dalam pelaksanaan proyek menjadi perhatian pemerintah daerah agar proses pembangunan dapat dipantau oleh publik.
“Pembangunan harus dilakukan secara transparan. Kami ingin masyarakat juga dapat melihat dan mengawasi prosesnya, sehingga hasil pekerjaan yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim




