SEGAH, PORTALBERAU – PT Hutan Sanggam Berau (HSB) bersama tim gabungan terus melakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla) di wilayah Batu Rajang. Dalam beberapa kali penanganan sepanjang 25 hingga 29 Agustus 2026, api yang menghanguskan sejumlah titik lahan berhasil dipadamkan.
Berdasarkan laporan kegiatan Dalkarhutla PT HSB, penanganan terakhir dilakukan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, setelah adanya satu titik panas berdasarkan laporan Sipongi. Tim kemudian melakukan pengecekan lapangan atau ground check pada koordinat 2.0544N dan 117.1428E.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 32 personel gabungan dikerahkan. Personel berasal dari PT HSB, PT Hamparan Anugrah Abadi (PT HAA), PT Berau Coal, PT Harmoni Panca Utama (PT HPU), PT MBJ, serta unsur TNI dan kepolisian.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim menggunakan dua unit water tank, tiga mobil pendukung, satu ambulans, tiga alkon, dua pompa punggung dan dua unit mini tangki.
Luas areal yang terbakar pada penanganan 29 Agustus mencapai sekitar 4,5 hektare. Vegetasi yang terdampak didominasi semak serta pepohonan dengan diameter sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Setelah dilakukan upaya pemadaman, api berhasil dikendalikan.

Direktur Operasional PT Hutan Sanggam Berau, YP Kurniawan, mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui koordinasi bersama berbagai pihak agar titik api dapat segera ditangani dan tidak meluas ke area lainnya.
“Setiap informasi terkait titik panas yang terdeteksi langsung kami tindak lanjuti dengan pengecekan di lapangan. Dalam proses pemadaman, kami bekerja bersama perusahaan sekitar, aparat TNI-Polri dan unsur terkait lainnya untuk memastikan api dapat segera dikendalikan,” ujarnya.
Sebelumnya, tim gabungan juga melakukan pemadaman di Batu Rajang pada 25 Agustus 2026, kebakaran di titik lain juga berhasil dipadamkan pada pukul 18.25 Wita. Saat itu, sekitar 33 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran dengan luas mencapai sekitar 2,5 hektare.
Sementara, pada 27 Agustus 2026. Sebanyak 40 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran seluas kurang lebih 3,5 hektare di lokasi bekas kebakaran pada 24 Agustus.
YP Kurniawan menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya pada kondisi cuaca kering.
“Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak. Pencegahan dan respons cepat menjadi hal penting agar kebakaran tidak semakin meluas,” kuncinya. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim





