TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Musyawarah Daerah (Musda) Ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Berau masa bakti 2026-2031 menetapkan Syarifatul Sya’diah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Berau.
Syarifatul terpilih secara aklamasi dalam Musda yang berlangsung di Hotel Mercure, Kabupaten Berau, Rabu (26/8/26).
Dengan terpilihnya dirinya, Syarifatul menyebut amanah tersebut bukanlah kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh kader dan keluarga besar Partai Golkar.
“Saya patut bersyukur kepada Allah SWT dan kepada semuanya karena secara aklamasi saya sudah terpilih dari Musda ini. Bagi kami ini adalah amanah dari seluruh kader, dari Provinsi Kalimantan Timur, dan seluruh sesepuh Partai Golkar,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepemimpinannya ke depan akan diarahkan untuk membawa Partai Golkar Berau menjadi partai yang kuat, solid, dicintai masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Perempuan yang akrab disapa Sari ini juga mengajak seluruh kader untuk meninggalkan sekat maupun perbedaan yang mungkin selama ini ada di internal partai.
“Saya tidak ingin lagi ada istilah kelompok kanan, kelompok kiri. Tidak ada lagi sayap kanan, sayap kiri. Mulai hari ini kita adalah satu. Tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Yang menang adalah Partai Golkar, yang menang adalah kebersamaan dan rasa kekeluargaan,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan politik ke depan semakin dinamis. Masyarakat semakin kritis dan cerdas, sementara perubahan sosial berlangsung cepat. Karena itu, Partai Golkar tidak boleh hanya aktif ketika momentum politik berlangsung.
Golkar, kata dia, harus hadir setiap saat di tengah masyarakat dengan mendengarkan aspirasi, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
“Saya ingin Partai Golkar Berau dikenal bukan hanya karena atribut dan lambangnya, tetapi karena kerja-kerja nyata dari para kadernya, khususnya di fraksi Partai Golkar,” katanya.
Ia menyebut sejumlah kelompok masyarakat yang harus menjadi perhatian, mulai dari nelayan, petani, pelaku UMKM, perempuan, pemuda hingga dunia pendidikan dan seluruh lapisan masyarakat Berau.
“Kita harus menjadi partai yang bekerja sebelum diminta, bergerak sebelum diperintah, dan hadir ketika rakyat membutuhkan,” ujarnya.
Untuk memperkuat organisasi, Sari menyampaikan tiga kekuatan utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya, yakni soliditas, kaderisasi dan kemenangan.
Dirinya juga mengajak seluruh kader dan anggota fraksi untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, DPRD, partai politik lainnya, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama hingga tokoh adat.
“Golkar tidak datang untuk memusuhi. Golkar datang untuk membangun bersama. Golkar tidak pernah mencari musuh. Golkar ingin datang untuk memberikan solusi,” ucapnya.
Meski demikian, Sari menegaskan Partai Golkar akan tetap menjadi kekuatan politik yang kritis apabila kepentingan masyarakat harus diperjuangkan. Di sisi lain, Golkar juga akan bersikap konstruktif ketika pemerintah membutuhkan dukungan dalam pembangunan daerah.
“Politik pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling keras berbicara. Politik adalah tentang siapa yang paling banyak memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
sari juga menilai Partai Golkar Berau selama ini telah berupaya membuka ruang bagi masyarakat. Hal itu ditunjukkan melalui berbagai kegiatan di sekretariat partai, termasuk aktivitas UMKM, olahraga, taekwondo dan kegiatan lainnya.
“Artinya partai kami adalah partai yang terbuka untuk masyarakat. Bukan partai eksklusif, hanya milik kami saja, tetapi adalah milik masyarakat,” ujarnya.
Sebagai ketua terpilih, Sari menyadari dirinya tidak mungkin menjalankan roda organisasi seorang diri. Ia meminta dukungan dan arahan dari para senior, sesepuh, ketua-ketua terdahulu, kader muda, kader perempuan, organisasi sayap maupun seluruh keluarga besar Partai Golkar.
“Saya tidak bisa sendiri. Saya perlu bantuan, kita perlu duduk bersama, memecahkan masalah, mencari solusi, dan kita bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Berau yang sedang membutuhkan solusi,” tuturnya.
Ia berharap kepemimpinannya dapat berjalan secara terbuka, komunikatif, kolektif dan mengedepankan gotong royong.
Setelah Musda, Sari mengatakan tidak ingin larut dalam euforia. Langkah selanjutnya adalah melakukan konsolidasi organisasi, merapikan struktur, memperkuat kaderisasi dan menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Setelah Musda kita langsung bekerja. Sekarang kita konsolidasikan organisasi, kita rapikan struktur, kita perkuat kader, dan kita terus ke masyarakat dengan menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan rakyat,” katanya.
Ia pun menyampaikan pesan bahwa Partai Golkar Berau siap menghadapi agenda politik ke depan dengan kekuatan organisasi yang lebih solid.
“Saya ingin dari Berau kita kirimkan pesan bahwa Golkar Berau solid, Golkar Berau bergerak, Golkar Berau bekerja, dan insyaallah Golkar Berau menang. Kemenangan itu tentunya bukan kemenangan untuk kepentingan pribadi, namun kemenangan Partai Golkar yang menjadi kemenangan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





