BIDUK-BIDUK, PORTALBERAU- Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada di Kampung Teluk Sulaiman melaksanakan rangkaian program kerja berupa pembuatan media tanam dari sabut kelapa (cocopeat) dan penanaman cabai sebagai upaya pemanfaatan potensi lokal serta pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan bahan organik dan penerapan praktik budidaya yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengolahan limbah sabut kelapa menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali.
Pelaksanaan program juga mendukung SDG 17
tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kampung, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam pengembangan pemanfaatan sumber daya lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembuatan cocopeat oleh Hisyam Naufal Gibran
melalui pemanfaatan sabut kelapa yang tersedia di lingkungan masyarakat. Sabut kelapa
yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi media tanam melalui
beberapa tahapan, mulai dari pemisahan sabut, pencacahan, penghalusan, pencucian,
hingga pengeringan.
Proses tersebut dilakukan melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung agar masyarakat, khususnya petani, dapat memahami tahapan pembuatan serta pemanfaatan cocopeat secara mandiri.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga diintegrasikan
dengan kegiatan penanaman cabai. Cocopeat yang telah dihasilkan dimanfaatkan sebagai
salah satu komponen media tanam untuk mendukung pertumbuhan bibit cabai,” ungkapnya.
Integrasi kedua program tersebut diharapkan dapat memberikan contoh pemanfaatan limbah organik secara langsung sekaligus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya
yang tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-PPM UGM berkoordinasi dengan pemerintah
kampung dan penyuluh pertanian setempat. Masyarakat turut dilibatkan dalam proses
persiapan bahan, pembuatan cocopeat, penyediaan media tanam, hingga penanaman dan
perawatan bibit cabai. Pendekatan partisipatif digunakan agar pengetahuan yang diberikan
tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan kembali oleh masyarakat
secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Program tersebut mendapatkan dukungan dari Fernando Sihombing, S.P., selaku penyuluh
pertanian Kampung Teluk Sulaiman. Ia menyampaikan,
“Saya sangat mendukung program
pembuatan cocopeat yang dilakukan teman-teman UGM di Kampung Teluk Sulaiman
karena dapat menambah ilmu dan pengetahuan petani terhadap pemanfaatan limbah sabut
kelapa menjadi media tanam berkualitas yang murah, ramah lingkungan dan dapat
meningkatkan produktivitas petani.”
Melalui pembuatan cocopeat, masyarakat memperoleh alternatif media tanam yang dapat
dimanfaatkan untuk berbagai tanaman, termasuk cabai. Sementara itu, kegiatan penanaman
cabai menjadi bentuk implementasi langsung dari pemanfaatan cocopeat sekaligus
mendorong pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk kegiatan budidaya.
Kedua kegiatan tersebut juga memberikan pengetahuan baru mengenai keterkaitan antara pengelolaan limbah organik dan kegiatan pertanian.
Selain memberikan manfaat bagi kegiatan budidaya, program ini diharapkan dapat
meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi limbah dan
memanfaatkan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna.
Sabut kelapa yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, sedangkan hasil pengolahannya dapat digunakan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.
Melalui integrasi pengolahan cocopeat dan penanaman cabai, mahasiswa KKN-PPM UGM
berupaya menghadirkan program yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan potensi
lokal Kampung Teluk Sulaiman.
Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan melalui pemanfaatan sabut kelapa yang tersedia secara rutin, penggunaan cocopeat untuk berbagai tanaman, serta perawatan dan pengembangan budidaya cabai oleh masyarakat
secara mandiri.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan sumber daya lokal, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan keterampilan pertanian masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Hisyam Naufal Gibran, Tim Unit KKN-PPM UGM





