TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau terus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum, dan Kesra Setkab Berau, Warji, yang hadir mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Dalam kesempatannya, Warji menegaskan bahwa paradigma perpustakaan kini telah mengalami perubahan yang signifikan.
Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, pusat informasi, ruang literasi, hingga wadah kolaborasi yang mampu melahirkan kreativitas, inovasi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Keberadaan perpustakaan yang dikelola dengan baik menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan budaya baca masyarakat,” ujarnya.
Warji menjelaskan, akreditasi perpustakaan bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh sertifikat, melainkan menjadi instrumen evaluasi yang mendorong pengelolaan perpustakaan terus berbenah secara berkelanjutan.
Lanjutnya, pembenahan tersebut meliputi pengelolaan koleksi, peningkatan kualitas pelayanan kepada pemustaka, penguatan kompetensi tenaga perpustakaan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga tata kelola kelembagaan yang mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan.
Karena itu, ia menginginkan seluruh peserta dapat memanfaatkan sosialisasi dan advokasi tersebut sebagai bekal dalam mempersiapkan proses akreditasi secara optimal.
“Melalui bimbingan dari narasumber dan asesor, diharapkan seluruh perpustakaan di Berau semakin siap memenuhi standar akreditasi yang telah ditetapkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Warji juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Berau memiliki capaian yang membanggakan di bidang akreditasi perpustakaan. Pada 2024, sebanyak 16 perpustakaan berhasil memperoleh akreditasi, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak di Kalimantan Timur.
Prestasi tersebut semakin lengkap setelah Perpustakaan Ganesha SMA Negeri 4 Berau berhasil meraih juara pertama tingkat regional dan menjadi perpustakaan terbaik di tingkat nasional dengan nilai yang melampaui sejumlah sekolah di Pulau Jawa.
Meski demikian, Pemkab Berau tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Ke depan, pengembangan perpustakaan di kampung-kampung diarahkan menjadi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang mampu melayani seluruh lapisan masyarakat.
Pengembangan itu mencakup penyediaan fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, seperti koleksi buku berhuruf Braille dan aksesibilitas yang memadai agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi dan pengetahuan.
Warji mengungkapkan bahwa, keberhasilan sebuah perpustakaan pada akhirnya tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas maupun tingginya predikat akreditasi yang diraih.
Dirinya menambahkan, indikator utama adalah meningkatnya minat baca dan tingginya tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan.
“Fasilitas yang baik harus diimbangi dengan sosialisasi yang masif sehingga masyarakat terdorong datang, membaca, dan memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar serta pengembangan diri,” kuncinya. (*/)
Penulis : Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




