TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyaluran insentif bagi tenaga pendidik serta penjaga rumah ibadah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa pemberian insentif merupakan bentuk penghargaan terhadap dedikasi para guru yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia menjelaskan, insentif diberikan kepada 921 guru TK, Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), dan Tempat Penitipan Anak (TPA), 360 guru SD, serta 409 guru SMP. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan yang saat ini disalurkan untuk enam bulan.
“Komitmen Pemerintah Kalimantan Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia diwujudkan melalui pemberian insentif kepada para tenaga pendidik. Saat ini mereka menerima insentif untuk enam bulan, dan mudah-mudahan ke depan bisa diberikan penuh selama 12 bulan,” ujarnya saat Gratispol Connect di UM Berau beberapa waktu lalu.
Menurutnya, peran guru tidak hanya sebatas mengajarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, serta nilai moral generasi penerus bangsa.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Mereka tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi yang paling utama membangun karakter dan akhlak generasi masa depan. Karena itu, perhatian kepada para guru merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi kemajuan Kalimantan Timur,” tegasnya.
Selain memberikan perhatian kepada tenaga pendidik, Pemprov Kaltim juga menyalurkan insentif kepada 360 penjaga rumah ibadah di Kabupaten Berau. Penerima terdiri dari 209 penjaga rumah ibadah Islam, 124 Kristen, 23 Katolik, dua Hindu, dan dua Buddha.
Rudy menegaskan, bantuan tersebut mencerminkan semangat pembangunan yang inklusif dan berkeadilan tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.
“Tanpa memandang suku maupun agama, pemerintah harus hadir mendukung pendidikan, menghargai para penjaga rumah ibadah, serta memberikan perhatian kepada mereka yang tulus melayani masyarakat,” katanya.
Ia berharap berbagai program tersebut mampu memperkuat pembangunan SDM di Kalimantan Timur yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
“Pendidikan memang penting, tetapi kesuksesan juga ditentukan oleh karakter dan soft skill yang dimiliki setiap individu,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





