TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Alokasi anggaran Rp80,143 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di Kabupaten Berau mendapat dukungan dari DPRD Berau.
Namun, lembaga legislatif mengingatkan agar proyek tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani dan tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik.
Dalam kesempatannya, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai keberhasilan program irigasi bukan diukur dari banyaknya saluran yang dibangun, melainkan dari kemampuan infrastruktur tersebut dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, jaringan irigasi yang berfungsi optimal akan memberikan kepastian pasokan air sehingga petani dapat mengatur pola tanam dengan lebih baik dan meningkatkan hasil panen.
“Yang terpenting, pembangunan irigasi harus sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Jangan sampai infrastruktur sudah dibangun, tetapi manfaatnya belum dirasakan secara maksimal,” ujarnya.
Dedy mengatakan, setiap lokasi yang menjadi sasaran pembangunan harus melalui perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan kondisi lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, anggaran yang dikucurkan pemerintah dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan mampu digunakan dalam waktu yang lama.
“Pekerjaan harus mengacu pada perencanaan yang sudah disusun dan kualitasnya benar-benar dijaga. Infrastruktur seperti ini merupakan investasi jangka panjang bagi sektor pertanian,” katanya.
DPRD meminta sinergi antara pemerintah daerah, DPUPR, dan seluruh pihak terkait terus diperkuat selama pelaksanaan proyek sehingga seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp80,143 miliar dalam APBD 2026 untuk melanjutkan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di berbagai wilayah.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Frinawan melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Hendra Pranata, menjelaskan hingga pertengahan Juli seluruh paket pekerjaan masih berada dalam tahap proses pengadaan sehingga pelaksanaan fisik belum dimulai.
Ia menyebutkan, program tahun ini mencakup 24 titik pekerjaan yang tersebar di 20 kampung. Fokus utama diarahkan pada normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas jaringan irigasi yang telah ada agar distribusi air menuju lahan pertanian semakin optimal.
“Sebagian besar pekerjaan merupakan peningkatan fungsi jaringan irigasi eksisting. Tahun ini belum ada pembangunan daerah irigasi baru karena kami memprioritaskan optimalisasi jaringan yang sudah tersedia,” jelas Hendra.
Selain pekerjaan konstruksi, anggaran tersebut juga digunakan untuk penyusunan perencanaan teknis, pengawasan, operasional kegiatan, hingga pelaksanaan lanjutan pada sejumlah titik yang masih dalam tahap perencanaan.
Dengan penguatan infrastruktur irigasi tersebut, pemerintah daerah berharap sektor pertanian Berau semakin produktif, mampu menjaga ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di berbagai kampung. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




