TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Ancaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) saat musim kemarau mulai menjadi perhatian serius pemerintah.
Menyusul peringatan Kementerian Lingkungan Hidup terkait potensi dampak fenomena El Nino, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau memastikan langkah-langkah pencegahan telah diperkuat untuk mengantisipasi insiden serupa yang terjadi di sejumlah daerah.
Dalam kesempatannya, Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya mitigasi jauh sebelum adanya imbauan dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono.
Lanjutnya, salah satu langkah utama ialah pengelolaan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah, karena gas tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila terpapar sumber api.
“Kami menyambut baik imbauan dari pemerintah pusat. Antisipasi sebenarnya sudah kami lakukan sejak lama,” ungkapnya.
Menurut Zulkifli, pengelolaan TPA di Berau dilakukan dengan memasang pipa penyalur gas metana agar tidak terjadi penumpukan gas di dalam timbunan sampah. Langkah ini dinilai efektif mengurangi risiko munculnya titik api, terutama saat cuaca panas dan kering.
Selain itu, kata dia, DLHK juga menerapkan sistem sanitary landfill, yakni menutup timbunan sampah dengan lapisan tanah secara berkala. Metode tersebut tidak hanya mengurangi bau dan pencemaran lingkungan, tetapi juga membatasi masuknya oksigen yang dapat memicu kebakaran.
“Kami terus menjalankan sistem sanitary landfill sesuai arahan kementerian sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran,” jelasnya.
Dirinya menyampaikan, memasuki musim kemarau, pengawasan di kawasan TPA juga semakin ditingkatkan. DLHK terus memantau kondisi di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila muncul potensi kebakaran.
“Untuk saat ini kami tetap berjaga dan meningkatkan kesiapsiagaan,” katanya.
Koordinasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat). Sinergi tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat.
Tak hanya fokus pada pengamanan TPA, DLHK juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mencegah kebakaran dengan tidak membakar sampah di lingkungan permukiman. Menurut Zulkifli, kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran yang meluas ketika cuaca kering, sekaligus menimbulkan pencemaran udara yang berdampak pada kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama selama musim kemarau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




