BALIKPAPAN, PORTALBERAU – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meninjau langsung progres perbaikan jalan longsor di Jalan Syafrudin Yoes, Balikpapan Selatan, Selasa (7/7/2026).
Dalam kunjungan itu, ia memastikan proyek penanganan permanen senilai Rp9,6 miliar masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada 24 Agustus 2026.
Peninjauan tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur Yudi Hardiana, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan Rachmatullah, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan Andi M. Yusri Ramli, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Adwar Skenda Putra, serta pihak kontraktor dan konsultan pengawas.
Bagus menegaskan penanganan yang dilakukan kali ini bukan sekadar pengaspalan sementara, melainkan memperbaiki sumber utama penyebab longsor agar kerusakan tidak kembali terjadi.
”Kalau hanya diaspal, sekitar Rp100 juta, seminggu kemudian rusak lagi. Karena itu kami ingin menyelesaikan sumber permasalahannya. Setelah dilakukan kajian, ternyata memang ada tanah lunak di bawah konstruksi jalan. Jadi sekarang yang diselesaikan adalah penyebabnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan pekerjaan saat ini telah memasuki tahap pembangunan fondasi utama (foot plate) setelah pemasangan tiang selesai.
Tahap tersebut menjadi bagian penting agar tanah lunak tidak lagi menyebabkan penurunan badan jalan.
Menurut Bagus, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen sejak dimulai pada 13 Mei 2026. Ia optimistis proyek dapat selesai tepat waktu selama kondisi cuaca mendukung.
”Masih on schedule. Mudah-mudahan cuaca mendukung karena kendala terbesar memang hujan. Kalau tidak hujan terus, saya optimistis pekerjaan selesai tepat waktu,” katanya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Bagus meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja, mengingat ruas jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 90 meter. Ia juga mengingatkan agar kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas.
Selain itu, ia meminta penyedia jasa menyiapkan terpal guna melindungi material timbunan saat hujan serta memastikan proses pemadatan tanah dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu konstruksi yang telah dibangun.
Bagus juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi proyek untuk menghindari persoalan sosial selama proses pembangunan berlangsung.
Proyek penanganan permanen jalan longsor tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Balikpapan sebesar Rp9,6 miliar, sementara desain teknis disusun oleh BBPJN Kalimantan Timur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat melalui BBPJN dan Pemerintah Kota Balikpapan menjadi faktor utama dalam mempercepat penanganan jalan longsor yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
”Ini bentuk sinergi yang baik antara Balai dan Pemerintah Kota. Semua proses dilakukan melalui koordinasi dan diskusi bersama agar persoalan ini bisa segera tuntas dan jalan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan aman,” pungkasnya. (*/)
Editor: Dedy Warseto




