TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Peringatan Hari Bhayangkara menjadi momentum bagi jajaran Polres Berau untuk memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih humanis.
Tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan pengamanan, Polri kini didorong lebih aktif membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan persuasif, edukatif, hingga mendengar langsung berbagai persoalan warga.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, saat memperingati Hari Bhayangkara. Menurutnya, paradigma kepolisian saat ini adalah memastikan kehadiran anggota di tengah masyarakat sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Yang kita fokuskan bukan hanya pengamanan. Ada kegiatan yang bersifat persuasif dan edukatif, pendekatan kepada masyarakat, kemudian melihat langsung keluh kesah masyarakat. Intinya, polisi harus hadir lebih dulu di tengah masyarakat melalui langkah-langkah preventif,” ujarnya.
AKBP Ridho menjelaskan, pengamanan merupakan bagian dari tugas kepolisian ketika terjadi suatu potensi gangguan keamanan. Namun, yang lebih penting adalah membangun hubungan yang erat dengan masyarakat sehingga potensi konflik maupun gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.
Selain menjaga keamanan, Polres Berau juga berkomitmen mendukung program nasional yang menjadi prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di sektor swasembada pangan.
Menurutnya, kepolisian memiliki peran dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita juga melihat kondisi perekonomian masyarakat. Dalam hal ini Polri mendukung program Asta Cita Presiden, terutama terkait swasembada pangan yang menjadi tugas kami. Di sisi lain, kami juga membantu pemerintah daerah mengawal kebijakan-kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, situasi Kabupaten Berau yang hingga kini tetap aman dan kondusif merupakan hasil sinergi yang terjalin kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah sampai saat ini Berau tetap damai dan kondusif. Itu terwujud karena adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang terus melakukan berbagai upaya menjaga stabilitas keamanan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyoroti keberhasilan Satresnarkoba Polres Berau mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar. Ia mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi pemberantasan narkoba tersebut.
AKBP Ridho mengungkapkan, sepanjang sejarah berdirinya Polres Berau, pengungkapan terbesar sebelumnya berada di angka enam kilogram sabu. Namun dalam beberapa waktu terakhir, jajaran Satresnarkoba berhasil mencatat rekor baru dengan menyita barang bukti hingga 10 kilogram sabu. Bahkan dua pekan lalu kembali diamankan delapan kilogram sabu.
“Saya mengapresiasi Satresnarkoba beserta seluruh jajaran yang terlibat. Penangkapan 10 kilogram sabu merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Polres Berau. Dua minggu lalu kita juga berhasil mengungkap delapan kilogram sabu,” ungkapnya.
Meski demikian, keberhasilan tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Justru, menurut Ridho, pengungkapan itu menjadi indikator bahwa Kabupaten Berau masih menjadi salah satu jalur merah peredaran narkotika sehingga pengawasan harus semakin diperketat.
“Bukan berarti kita berpuas diri. Justru ini menunjukkan bahwa Berau merupakan jalur merah peredaran narkotika. Karena itu, kita harus meningkatkan deteksi dini dan memperkuat pengawasan terhadap jalur-jalur yang berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan narkoba,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menggagalkan peredaran 10 kilogram sabu diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 4.000 orang dari potensi penyalahgunaan narkotika. Oleh sebab itu, Polres Berau memastikan upaya pemberantasan peredaran narkoba akan terus dilakukan secara intensif melalui langkah preventif maupun penegakan hukum.
“Kami akan terus melakukan pemberantasan secara intensif agar peredaran narkoba di Kabupaten Berau dapat ditekan semaksimal mungkin,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





