TANJUNG REDRB, PORTALBERAU — Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendorong adanya keterbukaan informasi terkait kondisi kelistrikan kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi diperlukan agar masyarakat dapat memahami secara jelas mengenai penggunaan daya hingga faktor yang memengaruhi tagihan listrik.
Hal tersebut disampaikan Gamalis saat membahas kondisi kelistrikan, termasuk terkait tarif listrik dan penguatan sistem interkoneksi jaringan listrik di Kalimantan.
“Kita berharap adanya transparansi informasi kepada masyarakat agar supaya masyarakat dapat mengetahui lebih banyak dan lebih jelas lagi terkait dengan, misalnya pemakaian daya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, tarif listrik hingga saat ini belum mengalami perubahan. Gamalis menyebut, pengecekan data dari Januari hingga Juni menunjukkan tidak adanya kenaikan tarif listrik.
“Tarif listrik tidak berubah. Saya tadi dilihatkan dari beliau, dari bulan Januari sampai per Juni ini itu tidak ada perubahan, aman,” katanya.
Menurutnya, apabila masyarakat mengalami peningkatan pembayaran listrik, hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan perubahan jumlah pemakaian energi, bukan karena adanya kenaikan tarif dasar listrik.
“Nah mungkin saja kalau ada terjadi kenaikan itu terkait dari penggunaan kayak gitu, penggunaan rumah tangga. Jadi kalau tarif tidak ada perubahan, ya begitu,” jelasnya.
Selain persoalan tarif, Gamalis juga menyoroti perkembangan interkoneksi kelistrikan di Pulau Kalimantan. Ia menyebut sistem interkoneksi yang menghubungkan sejumlah wilayah menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi pasokan listrik semakin stabil.
“Interkoneksi Kalimantan kita sudah termasuk di dalamnya, dari Kalimantan Tengah, Selatan, Timur sampai Utara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan jaringan menuju wilayah Kalimantan Utara masih terus berjalan. Beberapa daerah saat ini masih dalam tahap penyelesaian konektivitas jaringan agar sistem kelistrikan antarwilayah semakin terintegrasi.
“Utara hari ini sampai KTP, on progress ke Malinau, sehingga kita hampir hari ini, Alhamdulillah, tidak lagi terjadi mati lampu,” tuturnya.
Gamalis menilai keberadaan interkoneksi listrik memberikan dampak positif terhadap keandalan pasokan energi di wilayah Kalimantan. Dengan sistem yang saling terhubung, gangguan pasokan listrik dapat ditekan dan distribusi energi menjadi lebih optimal.
“Stabil, cenderung stabil karena kita sudah ada interkoneksi, sudah stabil,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat mendapatkan informasi yang cukup mengenai kondisi kelistrikan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terkait perubahan tagihan maupun pelayanan listrik.
“Kami akan terus mendukung upaya peningkatan kualitas layanan energi bagi masyarakat,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim





