TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Festival Adat Bekudung Betiung kembali digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak tahun 2026.
Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga simbol komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.
Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, menegaskan bahwa Festival Bekudung Betiung memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan identitas budaya dan adat istiadat Suku Dayak Ga’ay kepada generasi muda.
“Festival ini menjadi wadah bagi kami untuk menjaga kelestarian budaya dan mengangkat identitas adat Dayak Ga’ay agar tetap hidup dan dikenal generasi muda. Kami ingin menunjukkan bahwa kemajuan zaman dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat Tumbit Dayak berupaya terus menjaga akar budaya sebagai fondasi karakter dan kebanggaan bersama. Melalui festival tersebut, nilai-nilai adat dan kearifan lokal diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.
Selain aspek pelestarian budaya, Ahmad juga menilai penyelenggaraan festival telah memberikan dampak nyata bagi pembangunan kampung. Perhatian dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat luas terhadap Kampung Tumbit Dayak terus meningkat dari tahun ke tahun.
Berbagai bentuk dukungan yang diberikan, kata dia, telah membantu pembangunan kampung, baik melalui peningkatan infrastruktur, promosi potensi daerah, maupun penguatan ekonomi masyarakat.
“Festival ini menjadi salah satu daya tarik yang memperkenalkan Kampung Tumbit Dayak lebih luas. Kami berharap dukungan dari pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak terus berlanjut, terutama dalam pengembangan kegiatan budaya, pembangunan sarana dan prasarana, serta program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, memberikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Tumbit Dayak yang konsisten menjaga dan melestarikan tradisi budaya daerah melalui Festival Bekudung Betiung.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya penting untuk mempertahankan budaya asli Kabupaten Berau agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Atas nama Pemkab Berau, saya menyambut baik pelaksanaan Festival Bekudung Betiung sebagai ajang tahunan untuk mempertahankan tradisi dan budaya asli Berau,” tuturnya.
Gamalis menegaskan, Pemkab Berau memiliki komitmen kuat dalam mendukung berbagai upaya pelestarian budaya. Selain sebagai warisan leluhur, budaya lokal juga dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Festival Bekudung Betiung yang telah masuk dalam kalender event wisata Kabupaten Berau, lanjutnya, diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor ekonomi kreatif tanpa menghilangkan keaslian nilai adat yang terkandung di dalamnya.
Ia menyebut, rangkaian tradisi dalam Bekudung Betiung memiliki nilai budaya yang sangat kaya, mulai dari prosesi Jak Gai, Batiung, Bejiak hingga kunjungan ke Rumah Kepala Tua. Selain itu terdapat tradisi Panjat Piruai, yakni proses pengambilan madu dari pohon tinggi yang menggambarkan kedekatan masyarakat dengan alam sebagai sumber kehidupan.
“Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal dan mencintai identitas daerahnya,” katanya.
Gamalis juga menyoroti keterlibatan pelaku UMKM yang turut meramaikan festival. Kehadiran sektor usaha lokal dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.
“Setiap kegiatan Bekudung Betiung selalu menghadirkan UMKM dan ramai dikunjungi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa budaya juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gamalis turut mengucapkan selamat Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak. Ia berharap kampung yang kini berstatus Kampung Mandiri tersebut terus berkembang sebagai ikon wisata budaya Kabupaten Berau.
Ia menambahkan, potensi wisata Berau tidak hanya bertumpu pada keindahan alam dan wisata bahari, tetapi juga kekayaan budaya yang masih terjaga secara turun-temurun.
“Kampung Tumbit Dayak harus terus eksis sebagai kampung budaya. Saya optimistis dengan potensi yang dimiliki dan dukungan semua pihak, kampung ini akan terus bergerak maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





