TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK menggelar sosialisasi dan penyebarluasan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah. Kegiatan berlangsung Kamis, 18 Desember 2026 di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Berau.
Sosper ini dihadiri penggiat pariwisata Anwar, serta puluhan warga. Acara menjadi wadah memperkenalkan regulasi yang menjadi landasan hukum pengembangan pariwisata di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau.
Dalam pemaparannya, Makmur HAPK menyebut Perda 5/2019 sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, setiap kabupaten dan kota memiliki peran penting dalam memajukan industri pariwisata daerah. Kabupaten Berau disebut memiliki potensi luar biasa.
“Berau adalah salah satu kabupaten yang kaya akan objek wisata alam, budaya, dan sejarah. Daerah ini sudah dikenal luas, bahkan hingga mancanegara. Maka pengelolaannya harus benar-benar terencana dan berkelanjutan,” tegas Makmur.
Ia menekankan, regulasi ini bertujuan agar arah pembangunan pariwisata tidak berjalan sporadis. Pembangunan harus terintegrasi, mengedepankan prinsip keberlanjutan, serta memberdayakan masyarakat lokal.
“Melalui perda ini, kita ingin memastikan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya indah dari sisi tampilan, tapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal,” tambahnya.
Makmur juga menyoroti status Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Dalam konteks ini, posisi strategis Berau sebagai daerah penyangga akan semakin diperhitungkan.
“Dengan hadirnya IKN, daerah seperti Berau akan menjadi titik perhatian dalam hal destinasi wisata. Ini peluang besar, tapi juga tanggung jawab untuk kita berbenah lebih serius,” ujarnya.
Ia berharap sosialisasi ini membuat masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan pariwisata berbasis regulasi. Makmur mendorong seluruh pihak, mulai perangkat daerah, pelaku usaha wisata, hingga lembaga pendidikan, untuk bersinergi menciptakan ekosistem pariwisata yang maju dan inklusif. (ADV)





