TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Komitmen menjaga warisan budaya di Kabupaten Berau terus mendapat dukungan nyata. Bantuan alat kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan yang disalurkan melalui aspirasi Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, kini menjadi energi baru bagi pelaku seni dan dua kesultanan bersejarah di Bumi Batiwakkal.
Bantuan tersebut diserahkan pada beberapa waktu lalu di Keraton Sambaliung dan diterima langsung oleh Datu Amir. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melalui Bidang Bina Nilai Budaya dan Seni. Sementara untuk Kesultanan Gunung Tabur, bantuan diterima oleh Adji Raden M. Bakhrun.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terhadap pengembangan seni dan budaya daerah. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan konkret dalam menjaga eksistensi seni tradisional Berau, khususnya tari dan musik tradisional yang selama ini dibina melalui Rumah Kesenian Batiwakkal.
“Bantuan yang telah direalisasikan ditempatkan di dua lokasi, yakni Museum Batiwakkal dan Keraton Sambaliung,” ujarnya.
Lanjutnya, keberadaan alat-alat kesenian tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai aktivitas budaya, mulai dari pertunjukan seni hingga penyambutan tamu kehormatan yang selama ini menjadi bagian penting dari tradisi kesultanan dan identitas budaya Berau.
Tak hanya itu, Disbudpar Berau juga tengah memperjuangkan bantuan serupa untuk masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. Yudha mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Hetifah Sjaifudian terkait kebutuhan alat musik tradisional yang dapat dimanfaatkan kelompok seni di kawasan tersebut.
Menurutnya, dukungan sarana kesenian sangat penting agar musik tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan diminati generasi muda.
“Beliau merespons positif dan meminta kami segera menyusun usulan kebutuhan alat musik tradisional untuk wilayah pesisir dan kepulauan,” katanya.
Ia menyebut, bantuan yang telah disalurkan sebelumnya pun mendapat sambutan hangat dari Kesultanan Sambaliung maupun Kesultanan Gunung Tabur. Bahkan saat penyerahan di Museum Batiwakkal, sejumlah alat musik langsung dimainkan oleh para pelaku seni yang hadir.
Dikatakannya, suara alat musik tradisional yang kembali menggema menjadi simbol bahwa upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan semata. Kehadiran fasilitas tersebut diyakini akan memperkuat berbagai kegiatan seni yang rutin digelar kesultanan, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya.
“Alat musik tersebut sangat membantu untuk keperluan pentas seni dan penyambutan tamu di kesultanan,” ungkap Yudha.
Melalui dukungan berbagai pihak, Disbudpar Berau berharap seni dan budaya tradisional daerah dapat terus hidup, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai kekayaan yang menjadi kebanggaan masyarakat Berau. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





