TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Wakil Bupati Berau, Gamalis melakukan kunjungan ke Dermaga Sanggam untuk memantau kesiapan layanan transportasi laut selama masa libur panjang.
Dalam peninjauan tersebut, ia menyoroti pentingnya pengaturan mobilisasi penumpang dan barang demi menjaga kenyamanan serta keselamatan pelayaran.
Gamalis mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas transportasi dari Tanjung Redeb menuju wilayah kepulauan seperti Maratua, Tanjung Batu, Derawan hingga Tarakan berjalan lancar.
“Alhamdulillah hari ini kita berkunjung ke Dermaga Sanggam untuk memantau sekaligus melihat kesiapan dermaga dalam mobilisasi orang dan barang,” ujarnya.
Ia menyebut, berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan dari pelaku usaha transportasi serta Dinas Perhubungan, kondisi pelayanan transportasi laut sejauh ini berjalan baik.
Lanjutnya, apalagi pada masa libur panjang yang diperkirakan berlangsung hampir sepekan, mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata diprediksi meningkat signifikan.
“Kita melihat kondisinya baik dan mudah-mudahan terjaga sepanjang masa libur ini. Karena masa libur cukup panjang dan tentu daerah destinasi wisata akan ramai dikunjungi,” katanya.
Namun demikian, Gamalis menilai masih ada hal yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait bercampurnya angkutan penumpang dengan barang di dalam speedboat reguler.
Menurutnya, volume barang bawaan penumpang, khususnya wisatawan luar daerah maupun mancanegara, kini semakin besar seiring meningkatnya aktivitas wisata bahari di Berau.
“Kalau kita lihat tadi ada wisatawan membawa tas besar hingga tiga buah untuk satu orang. Belum lagi perlengkapan diving dan lainnya. Ini ke depan mungkin perlu menjadi perhatian apakah diperlukan pemisahan antara angkutan orang dan barang,” ungkapnya.
Ia juga menekankan aspek keselamatan pelayaran. Saat ini terdapat sekitar 29 armada speedboat yang melayani rute kepulauan, dengan 10 armada menggunakan dua mesin dan sisanya satu mesin.
Menurut Gamalis, penggunaan dua mesin sangat penting terutama untuk pelayaran menuju Maratua yang melintasi laut lepas.
“Kalau memungkinkan ke depan satu speedboat menggunakan dua engine. Karena rute ke Maratua itu laut lepas, jadi kalau terjadi kendala mesin masih ada cadangan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya disiplin penggunaan jaket keselamatan, pembatasan jumlah penumpang dan barang sesuai kapasitas, hingga menjaga kebersihan kawasan dermaga sebagai pintu masuk wisatawan.
“Kebersihan juga harus dijaga, karena yang lewat di sini bukan hanya masyarakat Berau, tapi juga wisatawan dari luar daerah bahkan luar negeri,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





