TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Sebanyak 92 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) saat ini menjadi tulang punggung pendidikan keagamaan di kawasan pesisir Kabupaten Berau. Mereka tersebar di berbagai sekolah mulai tingkat SD hingga SMA/SMK untuk memastikan proses pembelajaran agama tetap berjalan di tengah tantangan wilayah pesisir.
Tenaga pendidik tersebut terdiri dari 51 guru tingkat SD, 29 guru SMP, 9 guru SMA, dan 3 guru SMK yang bertugas di sejumlah kecamatan pesisir Berau.
Pengadministrasi Umum Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, Rudy Efendi, mengatakan keberadaan guru PAI masih mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran agama di sekolah-sekolah pesisir.
“Total ada 92 guru PAI yang bertugas di wilayah pesisir, mulai dari jenjang SD sampai SMA dan SMK,” katanya.
Ia menjelaskan, hingga kini Kementerian Agama belum menerima laporan resmi terkait kekurangan tenaga pengajar maupun gangguan proses belajar mengajar dari sekolah-sekolah pesisir.
Menurutnya, meskipun terdapat beberapa sekolah dengan beban jam mengajar cukup tinggi, kondisi tersebut masih dapat diatasi oleh guru yang ada.
“Sejauh ini belum ada keluhan dari sekolah ataupun guru PAI di wilayah pesisir. Memang ada beberapa sekolah yang jam mengajarnya melebihi ketentuan karena kekurangan guru, tetapi masih bisa ditangani oleh guru yang bertugas,” ujarnya.
Salah satu sekolah yang disebut masih memerlukan tambahan tenaga pengajar yakni SMAN 14 Berau di Kecamatan Biatan. Sekolah tersebut dinilai membutuhkan satu guru PAI tambahan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih maksimal.
Rudy menegaskan, kewenangan pengadaan dan pengangkatan guru PAI berada di bawah Dinas Pendidikan sesuai jenjang sekolah masing-masing. Sementara Kementerian Agama berfokus pada pembinaan guru serta pengelolaan sertifikasi.
“Pengangkatan dan pengadaan guru PAI menjadi kewenangan Dinas Pendidikan sesuai tingkat sekolahnya. Sedangkan Kementerian Agama berperan dalam pembinaan dan pembayaran sertifikasi guru,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




